Musim Kemarau

Kali Cisadane Makin Surut, Perusahaan Air Minum Tidak Bisa Produksi

Semakin keringnya kali Cisadane dan kali-kali lainnya membuat beberapa perusahaan air minum belum bisa memproduksi air bersih untuk didistribusikan

Kali Cisadane Makin Surut, Perusahaan Air Minum Tidak Bisa Produksi
Tribunnews.com
Kali Cisadane yang mulai surut. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Semakin keringnya kali Cisadane dan kali-kali lainnya membuat beberapa perusahaan air minum belum bisa memproduksi air bersih untuk didistribusikan ke para pelanggannya.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, kemarau panjang mulai memberikan dampak kepada warga di sejumlah kawasan perumahan di wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang.

Sejumlah warga mulai mengeluh kehabisan air sehingga tidak bisa mandi dan mencuci.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja, Rusdy Machmud pada Rabu (12/8) mengatakan, kondisi kekeringan akibat musim kemarau juga kian diperparah dengan kondisi Bendung Pintu Air 10 yang belum selesai diperbaiki.

"Pipa-pipa intake kami jadinya menggantung diatas permukaan air kali. Tidak bisa menyedot air. Ada tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik kami yang sudah kesulitan menyedot air baku, yakni IPA Teluk Naga, IPA Babakan, dan yang melayani pelanggan paling banyak IPA Cikokol," katanya.

Hal serupa juga dialami perusahaan air minum lain, PT Aetra Air Tangerang.

"Pipa kami tidak bisa menjangkau sumber air baku, karena permukaan kali Cisadane sudah surut sampai titik terendah," kata Humas PT Aetra Air Tangerang, Ira Indirayuni.

Menurut Ira, saat ini perusahaan hanya mampu menyuplai air bersih sebanyak 350 liter per detik.

"Normalnya 900 liter per detik. Tidak bisa dipungkiri ini berdampak ke distribusi air ke pelanggan," katanya. (Banu Adikara)

Penulis: z--
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved