Musim Kemarau

Air Mati, Warga Harapkan Air Tanah dan Air Bersih Galonan

Sejumlah warga mulai mengeluh kehabisan air sehingga tidak bisa mandi dan mencuci.

Air Mati, Warga Harapkan Air Tanah dan Air Bersih Galonan
Warta Kota/Banu Adikara
Warga mengambil air dari rumah warga lain yang sumurnya masih memiliki air bersih, Rabu (12/8). 

WARTA KOTA, TANGERANG - Berhentinya pasokan air bersih dari beberapa perusahaan air minum di sejumlah perumahan membuat para warganya terpaksa mengandalkan air tanah dan air bersih yang dijual di jalanan.

Mereka harus mengantri di lokasi-lokasi yang sumber airnya menggunakan air tanah.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, kemarau panjang mulai memberikan dampak kepada warga di sejumlah kawasan perumahan di wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang.

Sejumlah warga mulai mengeluh kehabisan air sehingga tidak bisa mandi dan mencuci.

"Terpaksa ngantri di masjid dan mushala yang masih menggunakan air tanah. Soalnya kran air di rumah sudah benar-benar nggak jalan. Sudah dua hari ini," ujar Donald (26), warga Perumahan Taman Cibodas, Kelurahan Sangiang Jaya, Periuk, Kota Tangerang.

Donald mengatakan, matinya air di rumahnya membuat dirinya dua hari belakangan ini terlambat bekerja.

"Karena pagi sampai jelang tengah hari harus ngumpulin air di galon-galon dulu buat kebutuhan di rumah. Yang ngantri banyak soalnya," katanya lagi.

Ia bahkan mengatakan bahwa sudah dua hari ini ia terpaksa menumpang mandi di rumah orang lain yang berada di perumahan berbeda.

Sementara itu, Budi (38), warga Cibadak, Cikupa, Kabupaten Tangerang mengatakan bahwa dia setiap harinya harus membeli sejumlah galon air bersih untuk kebutuhan di rumahnya.

"Belinya nggak tentu. Pokoknya kalo isi satu galon bayar Rp 2.500. Untuk mandi sama nyuci. Kalau minum masih beli air mineral," katanya. (Banu Adikara)

Penulis: z--
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved