Korupsi APBD DKI

3 Anak Buah Ahok Jadi Tersangka Korupsi Lagi

Kejaksaan Agung menetapkan status tersangka kepada tiga anak buah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

3 Anak Buah Ahok Jadi Tersangka Korupsi Lagi
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Tony T Spontana. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Kejaksaan Agung menetapkan status tersangka kepada tiga anak buah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ketiga anak buah Ahok yang menjadi tersangka korupsi itu adalah para pejabat di lingkungan  Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta dan pernah menjadi Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Barat. Mereka ditetapkan sebagai tersangka Senin (10/8) malam atas dugaan korupsi Dana Swakelola pada Sudin PU Tata Air Jakarta Barat tahun anggaran 2013.

‎Kapuspenkum Kejagung, Tonny Spontana, mengatakan ketiga anak buah Ahok ini dijadikan tersangka lantaran sudah adanya bukti yang cukup atas keterlibatan mereka dalam kasus korupsi.

Ketiga tersangka itu adalah Kepala Bidang Sistem Aliran Barat Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta yang juga mantan Kasudin PU Tata Air Jakbar periode April 2013 sampai  Agustus 2013 berinisial W.

W ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan nomor: Print – 78/F.2/Fd.1/07/2015, tanggal 28 Juli 2015.

Tersangka kedua adalah Kepala Bidang Sungai dan Pantai Sistim Aliran Timur Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta yang juga mantan Kasudin PU Tata Air Jakbar periode November 2012 sampai dengan April 2013 berinisial MR. MR ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Sprindik nomor: Print – 79/F.2/Fd.1/07/2015, tanggal 28 Juli 2015.

Lalu tersangka ketiga adalah Kasudin Bina Marga Kota Administrasi Jakbar yang merupakan mantan Kasudin PU Tata Air Jakbar periode Agustus 2013 sampai dengan Desember 2013 berinisial P. Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Sprindik nomor: Print – 80/F.2/Fd.1/07/2015, tanggal 28 Juli 2015.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Tata Air DKI Jakarta Tri Djoko Sri Mardianto juga tetal ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dan dibela oleh Ahok.

"Penetapan tersangka berawal dari empat kegiatan pekerjaan swakelola pada Sudin PU Tata Air Jakbar tahun anggaran 2013 senilai Rp 66.649.311.310," kata Tonny.

Empat kegiatan itu di antaranya pemeliharaan infrastruktur saluran lokal, pemeliharaan saluran drainase jalan, pengerukan dan perbaikan saluran penghubung, dan refungsionalisasi sungai atau kali dan penghubung.

Halaman
12
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved