Musim Kemarau

Harga Sayur Mayur Melambung Imbas Musim Kemarau

Para pedagang menjerit mengeluhkan harga sejumlah sayur mayur seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan kentang meroket.

Harga Sayur Mayur Melambung Imbas Musim Kemarau
Andika Panduwinata
Pedagang sayur-mayur. 

WARTA KOTA, GROGOL PETAMBURAN - Imbas dari musim kemarau, harga sayur mayur di DKI Jakarta melambung tinggi.

Hal tersebut dapat dirasakan oleh para pedagang di Pasar Tomang Barat dan Pasar Palmerah.

Para pedagang menjerit mengeluhkan harga sejumlah sayur mayur seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan kentang meroket.

"Harga - harga naik dari beras, cabai, kentang, bawang merah, dari sananya naik. Ini dari akibat cuaca yang panas terus, kalau kering gini kan susah tanam sayur - sayuran," ujar Nisa satu dari pedagang di Pasar Tomang Barat pada Kamis (6/8).

Seperti pada harga cabai merah yang tadinya Rp. 80.000 per kilo kini menjadi Rp. 100.000 per kilo.

Beras termurah yang semula Rp. 7.500 menjadi Rp. 9.500. Sedangkan harga beras yang berkualitas yang tadinya Rp. 15.000 menjadi Rp. 16.500.

"Kalau untuk bawang merah, bawang putih, dan kentang rata - rata harga naik sekitar Rp. 2.000 sampai Rp. 5.000," ucapnya.

Astri satu dari pedagang di Pasar Palmerah juga mengungkapkan sejumlah harga bahan - bahan yang melambung tinggi. "Cabai, bawang merah dan bawang putih harganya naik dari Rp. 1.000 sampai Rp. 5.000. Mungkin karena kekeringan akibat kemarau, susah kan petaninya kalau musim kemarau seperti ini," kata Astri. (Andika Panduwinata)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved