SMP Flora Bantah Evan Tewas Akibat Ikuti MOS di Sekolah
MOS di sekolah panitianya siswa senior dan kegiatannya seperti kuis, lomba nyanyi, tidak ada yang di luar kemampuan siswa.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
BEKASI, WARTA KOTA- Menyusul tewasnya Evan Christoper Situmorang (12) yang diduga kelelahan akibat mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS), pihak SMP Flora akhirnya angkat bicara.
Sekolah membantah bila Evan meninggal dunia karena mengikuti MOS dengan berkeliling perumahan Pondok Ungu Permai (PUP), Bekasi Utara.
Namun mereka menuding, tewasnya Evan karena dia memiliki riwayat penyakit yang tidak diketahui oleh orangtuanya.
"Bukan hanya Evan saja yang mengikuti kegiatan itu, namun seluruh siswa baru juga turut serta. Kalau dia sakit, mungkin saja dia memiliki riwayat penyakit," ujar Kepala SMP Flora, Maria Dagomez kepada wartawan, MInggu (02/08/2015).
Maria menyatakan, selama kegiatan MOS berlangsung dari Senin (6/7) sampai Kamis (9/7), pihaknya selalu mengawasi kegiatan anak didiknya.
Oleh karenanya, Maria pun menolak bila kematian Evan dikaitkan dengan kegiatan MOS yang Evan ikuti di sekolah.
"MOS di sekolah panitianya siswa senior dan kegiatannya seperti kuis, lomba nyanyi, enggak ada yang di luar kemampuan siswa," jelasnya.
Maria menambahkan, usai melaksanakan MOS atau pada 12 Juli 2015, para siswa datang ke sekolah untuk mengambil baju seragam. Kemudian para siswa libur hingga masuk kembali pada hari Senin (27/7).
Sehari kemudian atau pada Selasa (28/7) Evan mengeluh sakit di bagian kaki, sehingga kakinya tidak bisa digerakan. Pihak sekolah lalu memanggil ibu Evan, Ratna Gumaroah (43).
Setibanya di sekolah, Ratna mengaku sejak beberapa pekan terakhir Evan mengeluh sakit di bagian kakinya. "Ibunya juga bilang, Evan pernah dibawa ke pengobatan alternatif untuk mengobati kakinya," kata Maria.
Oleh Ratna, kata Maria, Evan lalu dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan. Tak disangka, pada Kamis (30/7) kondisi Evan mendadak drop.
Tubuh anak pertama dari dua bersaudara itu kejang-kejang hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit. Naas, di perjalanan Evan telah menghembuskan nafas terakhirnya.
"Kami turut berduka cita dan prihatin dengan kejadian ini. Meski demikian, kami berharap agar pemberitaan di Media Sosial Facebook terkait kematian Evan yang diduga karena MOS dihapus," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150801evan-christoper1_20150801_213043.jpg)