Disdik Perkirakan Ijazah Dibagikan ke Sekolah Minggu Ini
Dinas Pendidikan DKI Jakarta membenarkan seluruh lulusan sekolah di Jakarta memang belum menerima ijazahnya.
WARTA KOTA, SENAYAN - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membenarkan seluruh lulusan sekolah di Jakarta memang belum menerima ijazahnya.
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta Fathurin Zen menyebutkan saat ini ijazah sudah selesai dicetak dan sedang dalam proses penomoran oleh percetakan yang menang dalam lelang.
Menurutnya, setelah proses penomoran ijazah akan langsung dibagikan kepada setiap sekolah untuk ditulisi dan kemudian bisa dibagikan kepada para siswa lulusan sekolah di Jakarta agar bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan akademik ataupun yang ingin melanjutkan pekerjaan.
“Perkiraan kami proses penomoran bisa selesai minggu depan. Karena kira-kira akan dimulai pada Senin, kami perkirakan Jumat sudah bisa dibagikan ke sekolah-sekolah,” ujar Fathurin ketika dihubungi Warta Kota, Sabtu (1/8).
Menurutnya, keterlambatan pembagian ijazah ini tidak hanya dirasakan oleh siswa lulusan SMA, tetapi juga SMK, Madrasah Aliyah, SD, hingga SMP.
Dengan keterlambatan ini, Dinas Pendidikan Jakarta sudah menginstruksikan kepada semua sekolah untuk bisa memberikan surat keterangan kelulusan dan surat keterangan hasil UN kepada siswa agar bisa melanjutnya studinya ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, salah satu penyebab keterlambatan ini adalah spek ijazah yang berasal dari Kemendikbud mengalami penyesuaian.
“Spek ijazah itu berasal dari kementerian (pendidikan dan kebudayaan), mungkin kemarin karena ada perubahan pejabat hingga direktorat jenderalnya sehingga juga memperlambat prosesnya,” jelasnya.
Hal ini, menurut Fathurin, juga berdampak pada proses lelang percetakan yang diberikan kewenangan mencetak ijazah.
“Proses lelang itu juga cukup lam,” katanya.
Terkait gangguan yang ditimbulkan karena ijazah yang belum dibagikan ini, Fathurin menyampaikan tidak ada permasalahan serius atas hal ini.
Menurutnya, untuk kampus dalam negeri tidak masalah karena menggunakan surat keterangan kelulusan sementara.
Tetapi, bagi siswa lulusan SMA yang hendak melanjutkan studi ke kampus di luar negeri menjadi sedikit rumit.
“Kami sudah menindaklanjuti dengan membuat surat keterangan kelulusan yang menyatakan bahwa siswa yang bersangkutan benar-benar telah tamat belajar. Surat itu langsung ditandatangani oleh kepala dinas,” ujarnya.
Menurutnya setelah itu surat keterangan diterjemahkan oleh penerjemah yang telah disumpah dan dilanjutkan dengan diberikan ke kedutaan besar masing-masing negara tujuan.
Fathurin mengatakan, jumlah siswa yang melanjutkan studi ke luar negeri di bawah lima persen dari total lulusan SMA di Jakarta yang mencapai 50.000 orang. "
Ini sudah bisa diterima oleh kedutaan masing-masing,” tuturnya. (Agustin Setyo Wardani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/2050801disdik-perkirakan-ijazah-dibagikan-ke-sekolah-minggu-ini_20150801_163011.jpg)