Garuda Donasikan 1 Miliar Mileages untuk Perjalanan Guru

Garuda Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendonasikan poin mileage Garuda untuk guru berprestasi di Indonesia.

Editor: Gede Moenanto
tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SENAYAN -- Garuda Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mendonasikan poin mileage Garuda untuk guru berprestasi di Indonesia.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Jumat (31/7) di Gedung Kemendikbud, Garuda Indonesia menargetkan ada 1 Miliar poin mileage (poin terbang gratis) yang terkumpul untuk didonasikan pada guru.

Direktur Utama Garuda Indonesia, M Arif Wibowo mengatakan, donasi poin mileage dapat dilakukan member GarudaMiles.

Arif menyebutkan, hal ini dilakukan sebagai dukungan Garuda Indonesia kepada program terkait dengan pendidikan.

"Nilai 1 mileage itu Rp 100, artinya kami akan mengumpulkan donasi mileage dari member senilai Rp 100 Miliar," kata Arif kepada wartawan usai penandatanganan MoU.

Dia mengatakan, rencana Garuda Indonesia adalah menyebarkan gerakan tersebut ke semua anggota GarudaMiles salah satunya melalui media sosial.

"Gerakan tersebut akan ada hastagnya #BalasBudiGuru. Ini sangat luar biasa karena kita men-trigger orang untuk memberi donasi bagi guru," jelasnya.

Nantinya, pihak Garuda Indonesia akan memfasilitasi dengan membuat konter penukaran mileages bagi para penyumbang.

Hingga saat ini, menurut Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Sumarna Surapranata, sudah terkumpul sebanyak 1.400.000 poin mileages dari pegawai Kemendikbud.

"Ini merupakan wujud penghargaan bagi guru dengan memberikan perlakuan khusus atau kegiatan sosial perusahaan," katanya.

Sementara itu, Mendikbud Anies Baswedan yang juga ikut menyaksikan penandatanganan MoU mengatakan hal ini membuktikan gerakan memuliakan guru yang dilakukan oleh masyarakat sudah berjalan baik.

Dalam hal ini, Kemendikbud hanya sebagai pihak yang melakukan penilaian guru berprestasi mana yang bisa mendapatkan kesempatan terbang dengan mileages yang dikumpulkan. Anies melanjutkan, Garuda nantinya menerima nama-nama guru berpestasi kemudian menerbitkan tiket atas nama-nama yang diusulkan Kemendikbud.

Anies berharap nantinya, donasi poin mileages bisa langsung diberikan kepada guru yang ingin dibantu. Namun, ia menampik guru yang melakukan perjalanan dinas dibiayai oleh poin mileages. "Kalau kegiatan pemerintah tetap dibiayai pemerintah. Kalau mileages ini anggap saja bentuk liburan untuk guru," katanya.

Mantan rektor Universitas Paramadina itu menyebut dirinya akan menyumbangkan 100.000 poin mileages jika memang di dalam GarudaMileage-nya ada sebanyak itu. (Agustin Setyo Wardani)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved