Musim Kemarau

Nelayan Pantura: Dapat Ikan Susah, Air Sumur pun Asin

Salah satu nelayan di Tanjung Anom, Paku Haji mengatakan bahwa akibat panas yang menyengat, nelayan jadi sulit menangkap ikan.

Nelayan Pantura: Dapat Ikan Susah, Air Sumur pun Asin
Warta Kota/Banu Adikara
Suasana di kampung nelayan Tanjung Anom, Paku Haji, Kamis (30/7). 

WARTA KOTA, TANGERANG - Musim kemarau panjang yang tengah melanda Indonesia diakui para nelayan kawasan pantai utara Tangerang membuat mereka kesulitan mencari ikan.

Untuk mengkonsumsi air bersih pun mereka sulit.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, musim kemarau yang sudah berlangsung kurang lebih tiga bulan sudah menunjukkan dampaknya ke kawasan pesisir pantai utara Tangerang.

Beberapa titik kawasan tersebut mulai mengering, walaupun belum menyeluruh.

Amsin, salah satu nelayan di Tanjung Anom, Paku Haji mengatakan bahwa akibat panas yang menyengat, nelayan jadi sulit menangkap ikan.

"Karena panas, ikannya pada nyelam semua ke dalam. Ikan kan nyari tempat adem di laut. Makanya jadi susah banget," katanya.

Alhasil, Amsin hanya bisa memperoleh hasil laut berupa kerang dan rajungan. Jumlahnya pun tidak sebanyak biasanya.

"Kerang sekarang ini juga jadi agak susah. Biasa sehari bisa dapat 20-an karung. Sekarang ini paling cuma 12 karung," ujarnya.

Sementara itu, salah satu penduduk kampung nelayan di Tanjung Kait, Marsinah menuturkan bahwa terhitung dua bulan lalu, dirinya sudah mengkonsumsi air bersih yang dijual tukang air.

"Soalnya air sumurnya udah nggak bisa diminum. Air bersihnya nggak ngalir lagi. Udah asin rasanya," katanya. (Banu Adikara)

Penulis: z--
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved