Musim Kemarau

Warga Jakarta Timur Kesulitan Peroleh Air Bersih

Musim ‎kemarau yang melanda ibukota, membuat sebagian rumah tangga ‎dan areal sawah di Jakarta Timur mulai mengalami kekeringan.

Warga Jakarta Timur Kesulitan Peroleh Air Bersih
Warta Kota
ILUSTRASI - Bocah melewati area persawahan yang kering di pinggir Jalan Raya Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, Kamis (8/9/2011). Musim kemarau yang berkepanjangan membuat sejumlah area persawahan di Tangerang kekurangan air. Petani memperkirakan mulai kembali bisa menggarap sawah pada bulan November saat memasuki musim penghujan. 

WARTA KOTA, MATRAMAN - Musim ‎kemarau yang melanda Ibu Kota, membuat sebagian rumah tangga ‎dan areal sawah di Jakarta Timur mulai mengalami kekeringan.

Akibatnya, sebagian warga harus menampung air saat malam hari karena aliran air tanah yang mengecil sementara lainnya menggali lebih dalam agar mendapatkan sumber‎ mata air.

‎Salah satunya adalah Bayu (43), warga Batu Ampar, Kramat Jati. Ia mengaku air tanah yang berada di rumahnya semakin kecil.

Padahal kedalaman pipa air di rumahnya sudah mencapai 16 meter namun hal itu tidak menjadi solusi dimana air yang disedot tetap saja sedikit.

"Ini makanya saya mau memperdalam sumur pompa biar bisa menjangkau air lebih dalam lagi. Habisnya itu doang satu-satunya cara," kata Bayu, Rabu (29/7/2015).

Bayu menambahkan dirinya memakai air PAM karena rumahnya jauh dari jangkauan pipa air utama.

Akibatnya, sudah satu bulan belakangan ini Bayu terpaksa menampung air saat malam hari demi memenuhi kebutuhan air bersih.

Sementara itu pengakuan tidak jauh berbeda meluncur dari mulut Acing (55), warga Jalan Otista Raya, Jatinegara. Ia mengaku, sudah satu minggu belakangan ini air tanah di rumahnya mengecil.

Saat ini Acing mengaku sedang berusaha untuk memperdalam sumur air tanahnya supaya dapat menyedot air lebih banyak.

Terlebih suplai air PAM saat ini juga mulai berkurang. "Suplai air tanah dan dari PAM selama kemarau ini sudah mulai berkurang," katanya.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Aetra, Pratama S. Adi menjelaskan bahwa suplai air bersih bagi konsumen rumah tangga masih lancar.

Pasalnya pasokan air baku dari Bendungan Jati Luhur juga masih normal.

"Pasokan dan suplai air saat ini masih berjalan normal, belum ada kekurangan. Jika ada konsumen yang mengalami pengurangan pasokan air, bisa menghubungi pelayanan konsumen kami," katanya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved