Musim Kemarau

Dampak El Nino 2015 Belum Separah 1997

Dampak fenomena El Nino yang membuat Kota Tangerang dan kota-kota lainnya mengalami kekeringan pada tahun ini diperkirakan tak separah 18 tahun silam.

Dampak El Nino 2015 Belum Separah 1997
BMKG
Ilustrasi 

WARTA KOTA, TANGERANG-Bidang Pelayanan Jasa BMKG Balai 2 Tangerang mengatakan, dampak fenomena El Nino yang membuat Kota Tangerang dan kota-kota lainnya mengalami kekeringan pada tahun ini belum separah 18 tahun silam.

Kepala Bidang Pelayanan Jasa BMKG Balai 2, Else Siregar menuturkan bahwa walaupun kekeringan sudah terjadi dimana-mana, suhu cuaca masih bisa dibilang relatif normal.

"Cuaca masih sekitar 35 sampai 38 derajat Celcius. Suhu ini diprediksi tetap sama sepanjang musim kemarau ini," kata Else.

Untuk diketahui, dampak El Nino pada tahun 1997 lalu membuat suhu di sejumlah kawasan di Indonesia mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.

Beberapa hutan dan perkebunan di Sumatera dan Kalimantan bahkan sampai terbakar.

Menurut Else, dampak El Nino bakal masih terus berlanjut, setidaknya sampai bulan pertama kuartal terakhir tahun ini.

"El Nino diperkirakan akan melanda Indonesia setidaknya sampai bulan September besok," katanya.

Musim kemarau di Tangerang sendiri sudah mengakibatkan debit air kali Cisadane mengalami penurunan dua meter, dan sudah masuk kategori krisis air.

El Nino sendiri merupakan sebuah anomali alam dimana permukaan air laut di samudera pasifik mengalami peningkatan temperatur, yang kemudian mengakibatkan terjadinya penyimpangan kondisi iklim.

Penulis: z--
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved