IKAPI akan Jelaskan Pelaksanaan JakBook & EduFair pada Ahok
Terkait dengan teguran keras yang dilayangkan Basuki saat pembukaan JakBook&Edu; Fair Senin, Afrizal mengaku panitia langsung turun untuk melacak
WARTA KOTA, SENAYAN - Pelaksanaan Jakarta Book & Education Fair (JakBook&Edu Fair) semula dijadwalkan pada bulan Mei 2015.
Tetapi, karena bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) baru cair bulan April, maka JakBook&Edu Fair ditunda hingga Juli 2015.
Atas hal ini, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta, Afrizal Sinaro, menjelaskan, saat hendak melaksanakan JakBook Fair Mei 2014 lalu, pengurus IKAPI dengan panitia pameran meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk melakukan pembukaan.
"Saat itu beliau bertanya ada diskon tidak, kami katakan ada diskon 30-40 persen. Beliau lalu menginginkan tahun depan pengguna KJP bisa berbelanja di sana," ujar Afrizal kepada Warta Kota, Selasa (28/7) di Senayan, Jakarta.
Saat itu, pihaknya mengira bahwa pembeli hanya untuk buku saja karena IKAPI biasa mengadakan pameran khusus buku.
Namun, usai berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan, rupanya keinginan gubernur adalah pameran buku juga menyediakan seluruh peralatan sekolah seperti seragam, alat tulis, dan sepatu.
IKAPI yang tahun ini mengadakan pameran ke-25 kalinya ini kemudian baru mengetahui dana KJP akan cair bulan April. Karenanya, Istora Senayan yang sudah dipesan untuk Mei pun gagal digunakan.
"Tadinya juga ingin book Kemayoran, tetapi tidak bisa waktunya. Istora juga sudah tidak bisa, kami hanya dapat tempat di Plaza Parkir Timur Senayan. Kami biasanya mempersiapkan pameran 9 bulan, nah ini kami persiapkan 3 bulan," ujarnya.
Pemilik Penerbit Al Mawardi Prima itu juga mengatakan IKAPI selaku penerbit buku juga menyatakan dirinya bukan spesialis pameran karenanya, ketika memilih peserta pameran yang menjual peralatan sekolah, panitia pameran menyerahkan kepada konsorsium.
"Teman-teman panitia tidak memiliki jaringan, karenanya kami mengundang 5 konsorsium yang biasa menggelar pameran perlengkapan sekolah. Sehingga, peserta pameran non-IKAPI ditentukan konsorsium tersebut," jelasnya.
Terkait dengan teguran keras yang dilayangkan Basuki saat pembukaan JakBook&Edu Fair Senin (27/7), Afrizal mengaku panitia langsung turun untuk melacak.
Hasilnya, ada dua peserta pameran yang menjual alat tulis sekolah dan tas yang tidak lagi diizinkan melanjutkan pameran di area.
Meski begitu, menyikapi teguran tersebut, Afrizal menyebut, IKAPI tetap berpikir positif dan menjadikan teguran Basuki sebagai sebuah kritik yang membangun.
"Kami tetap berpikir positif dan menjadikannya kritik yang membangun. Kami terima itu, dan saya sampaikan sabar untuk panitia. Hal ini akan menjadi perhatian untuk terus memperbaiki diri," jelasnya.
Usai teguran tersebut, IKAPI merencanakan untuk bertemu dengan Basuki dan menjelaskan permasalahan ini.
Afrizal menduga, Basuki tidak menerima informasi lengkap soal keseluruhan pameran.
Ia juga hendak menjelaskan, dari sebanyak 244 peserta pameran, sepertiganya adalah anggota IKAPI dan dua per tiganya adalah penjual alat tulis dan perlengkapan sekolah. (Agustin Setyo Wardani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150728ikapi-akan-jelaskan-pelaksanaan-jakbook-fair-pada-ahok_20150728_173857.jpg)