Sabtu, 25 April 2026

Wagub DKI Djarot Desak Bawahan Segera Lakukan Progam Kerja

Dengan tidak terlaksana program maka penyerapan anggaran APBD DKI tidak berjalan dengan baik.

Tribunnews.com
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di rumah dinasnya, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2015). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Penyerapan anggaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan masih dianggap rendah oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

Dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah DKI 2015, Pemkot Jakarta Selatan baru bisa menyerap 13,4 persen dari Rp 100 miliar pada bulan Juli 2015 ini.

Oleh sebab itu, dia meminta aparat Pemerintah Kota Jakarta Selatan lebih berani melaksanakan program. Karena selama ini dia menilai banyak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak melaksanakan program takut tersandung kasus korupsi.

Alhasil, dengan tidak terlaksana program maka penyerapan anggaran APBD DKI tidak berjalan dengan baik.

"Penyerapan baru 13,4 persen. Ini momentum biar mereka (aparat Pemkot Jakarta Selatan-red) ada keberanian dan serta kereatifitas. Mereka tidak boleh takut mengekskusi suatu program. Kalau dalam diri mereka tidak ada niat melakukankorupsi," kata Djarot di Jakarta Selatan, Sabtu (25/7).

Termasuk soal pembebasan lahan. Dimana aturan yang mengatur soal itu sudah jelas dalam Undang-Undang. Sehingga, jika memang lahan itu dibutuhkan aparat jangan ragu-ragu melakukan pembebasan lahan.

"Aturannya jelas kok dengan NJOP dan apraisal. kemudian kita lihat kalau ada wilayah yang membutuhkan ruang terbuka hijau harus dilakukan," tuturnya.

Menurut mantan Walikota Blitar itu momentum 17 Agustus atau Hari Kemerdekaan RI ke 70 tahun bisa membantu penyerapan anggaran. Dimana, semua infrastruktur bisa diperbaiki menggunakan anggaran tersebut.

Bapak tiga orang anak itu membandingkan Jakarta Selatan dengan Surabaya. Menurut dia, Surabaya memiliki keindahan kota yang baik, sehingga ia berharap Jakarta Selatan bisa mencontohnya. Ia menyebut, trotoar di Surabaya begitu rapi, berada di hampir semua jalan, bukan hanya jalan protokol saja.

"Trotoar di Surabaya mulus, seperti habis dipel. Jakarta bagaimana? Jauh banget. Trotoar banyak yang jebol. Lobang-lobangnya banyak. Orang jalan kaki jadi tidak nyaman," ungkapnya.

Ia juga berujar, taman kota di Surabaya bersih dan hijau. Penataan tumbuhan-tumbuhannya pun rapi. Belum lagi, penerangannya yang baik pada malam hari.

"Hampir tidak ada tanah terbuka yang botak, semuanya ditanami. Rapi sekali, hijau sekali. Malam hari penerangan juga bagus. Lampu taman bagus. Jadi warga yg mau berbuat mesum akan malu," tutur dia.

Sementara, menurut dia, kondisi ini belum ada di Jakarta Selatan. Djarot menyebut, kondisi taman di Jakarta Selatan masih banyak yang belum ditanami dengan baik, trotoar banyak yang jebol, catnya kusam, pagar di pinggir jalan rubuh, dan lain-lain.

Padahal, alokasi anggaran untuk Jakarta Selatan lebih besar daripada Surabaya. Sehingga, seharusnya Jakarta Selatan bisa menyamai Surabaya untuk kualitas penataan dan keindahan kota.

"Alokasi APBD Jaksel lebih besar daripada Surabaya. Masa Surabaya bisa, kita ga bisa?" Kata dia.

Ia pun memberi target kepada Wali Kota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor untuk mengubah tampilan kota Jakarta Selatan sebelum 15 Agustus 2015 mendatang. "Kita beri kado untuk 70 tahun negara ini dengan tampilan kota yang lebih indah," ucapnya.

* Siap Melakukan Penataan dan Perbaikan Infrastruktur

Wakil Walikota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi mengaku siap melakukan instruksi dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. Melalui perbaikan dan penataan sarana infrastruktur serapaan anggaran bisa dilakukan.

"Kami siap melakukan apa yang dimau oleh pak Wagub. Seperti penataan dan perbaikan infrastruktur," kata Tri Kurniadi.

Dia mempunyai target sebelum tanggal 15 Agustus 2015, wilayah Jakarta Selatan akan merubah diri menjadi lebih baik. Dimana onfrastruktur seperti taman dan trotoar akan diperbaiki.

"Targetnya sebelum 15 Agustus akan kita kerjakan," tuturnya.

Sehingga, itu menjadi kado dalam ulang tahun Republik Indonesia ke 70 tahun. Tak hanya itu, anggaran juga bisa diserap dengan baik.

"Pak Wakil Gubernur kan bilang Jakarta punya uang. Jadi tinggal kita laksanakan program-program saja,"ungkapnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved