Jumat, 10 April 2026

Pilkada

PDIP Depok Bantah Dimas Oky Titipan Istana

Pencalonan Dimas Oky jadi balon Walikota Depok oleh PDIP bukanlah permintaan dari Istana Negara

isti
Dimas Oky Nugroho 

WARTA KOTA, DEPOK - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, membantah rumor yang menyebutkan bahwa pengusungan Dimas Oky Nugroho sebagai calon Walikota Depok dalam Pilkada Depok 2015 mendatang, oleh PDIP, adalah semata-mata permintaan Istana Negara sebagai bentuk politik balas budi PDIP kepada Dimas.

Sebab Dimas, selama ini dikenal sebagai Pengamat politik dari Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC), yang disebut-sebut merupakan konsultan politik Jokowi dan kubu PDIP dalam Pilpres lalu.

Sehingga para kader dan pengurus cabang di PDIP Depok, beranggapan diusungnya Dimas di Pilkada Depok 2015 bersama Babai Suhaimi yang merupakan Ketua DPD Golkar Depok, kubu Ical, adalah titipan istana.

"Saya tegaskan, tidak benar soal kabar itu, yang menyebutkan pencalonan Dimas adalah titipan istana," kata Hendrik, Kamis (23/76/2015).

Menurut Hendrik, Dimas memang tidak ikut dan masuk dalam penjaringan yang dilakukan di tingkat DPC PDIP Depok, begitu juga Babai.

"Tapi jangan lupa, ada penjaringan yang dilakukan langsung di DPP PDIP dan tidak melalui DPC atau daerah. Dimas mengikuti penjaringan di DPP PDIP itu. Jadi Dimas ini dari pusat, bukan dari penjaringan daerh," kata Hendrik.

Dengan kartu true pass Dimas yang langsung lolos penjaringan di tingkat DPP PDIP, kata Hendrik, wajar jika namanya selama ini kurang didengar oleh warga Depok, terutama kader PDIP, sebagai bakal calon Walikota Depok.

Selain itu, katanya, kewenangan siapa yang diusung PDIP dalam Pilkada Depok adalah kewenangan penuh DPP dan bukan dirinya di DPC.

"Kewenangan kami di DPC sebatas mengusulkan dengan melakukan penjaringan. Dimana dalam penjaringan ada 14 nama yang ikut dan semuanya kami serahkan untuk digodok dan disaring di DPD PDIP Jabar, lalu ke DPP dan akhirnya ditentutan oleh DPP siapa yang diusung," katanya.

Jadi, kata Hendrik, beberapa nama dan tokoh yang sudah mengikuti penjaringan dari DPC dan lolos sampai DPP namun akhirnya tidak diusung menjadi pasangan calon, bukanlah keputusannya di DPX.

"Tetapi keputusan dan kewenangan pusat yakni DPP. DPP yang menentukan semua itu, bukan DPC," kata Hendrik.

Karenanya, nama-nama yang tidak diusung pun bukan berarti, kata dia, tidak bagus dan tidak kompeten. "Tetapi DPP memiliki pertimbangan tersendiri dalam mengusung pasangan calon," katanya.

Menurutnya, sejumlah kader yang gagal diusung setelah mengikuti penjaringan di DPC PDIP Depok seperti Ketua Kadin Kota Depok Wing Iskandar, aktivis muda dan pengusaha Rudi Samin, mantan Ketua PB HMI Nur Fajrieansyah, Ketua Kosgoro Depok Ibrahim Kadir Tuasamu dan beberapa nama lainnya, memang belum diberi tahu bahwa mereka tidak diusung.

"Sebab mereka juga belum diberitahu kalau DPP akhirnya memilih Dimas Oky Nugroho berpasangan dengan Babai Suhaimi maju di Pilkada Depok," kata Hendrik.

Hendrik mengatakan dengan begitu pihaknya akan segera memberikan pernyataan resmi berupa deklarasi, bahwa PDIP Depok sudah memilikip pasangan calon untuk bertarung di Pilkada Depok mendatang.

Mereka adalah Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi.

"Kapan deklarasi resminya, yang pasti sebelum KPU Depok membuka pendaftaran pssangan calon pada 26 Juli mendatang," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved