Breaking News:

Lumpur dan Air Dari Sumur di Bedahan Depok, Dibawa ke Laboratorium

Kita sudah tutup titik semburan dari sumur dengan pipa PVC tujuh meter ke atas.

Warta Kota/budi sam law malau

WARTA KOTA, DEPOK - Untuk menyelidiki sejauh mana berbahayanya semburan lumpur disertai air serta gas dari sumur bor di Jalan Raya Swadaya, Nomor 8, Sawangan, Depok, petugas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok sudah menyita dan membawa sample material yang keluar dari sumur itu ke laboratoratium, Kamis (23/7/2015).

Hal ini dilakukan untuk melihat apakah material yang tiba-tiba menyembur dari sumur bor yang tengah digali itu, akan berbahaya bagi kehidupan warga ke depan atau tidak.

Seperti diketahui akibat semburan lumpur disertai bau gas yang tiba-tiba keluar dari sumur bor di RM Padang Sarumpun, milik Sapril (40), Rabu (22/7/2015), tiga karyawan rumah makan tersebut pingsan.

Mereka segera dilarikan ke rumah sakit, walaupun akhirnya tidak perlu mendapatkan perawatan inap dan sudah diperbolehkan pulang.

"Semua sampel material yang keluar dari sumur bor yang baru digali itu, akan kami periksa dilaboratorium, untuk dillihat apakah kandungan yang ada di dalamnya," kata Sariyo Sabani, Petugas Pengawasan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Kamis (23/7/2015).

Menurutnya dari sana akan diketahui sejauhmana berbahayanya gas yang diduga ikut keluar bersama semburan lumpur dari sumur bor itu.

"Mulai dari lumpur, air, tanah dan lainnya sudah kita bawa ke laboratorium," kata Sariyo.

Karena belum dapat dipastikan tingkat berbahayanya hal itu, kata dia, saat ini pihaknya mengimbau warga tidak terlalu dekat dengan sumur bor tersebut.

"Kita sudah tutup titik semburan dari sumur dengan pipa PVC tujuh meter ke atas. Jadi jika ada gas yang keluar, maka langsung melalui pipa dan ke udara terbuka, sehingga tidak berbahaya," kata Sariyo.

Sebab jika tidak dilakukan seperiti itu, katanya, kemungkinan keracunan gas masih mungkin terjadi lagi.

"Kami minta warga jangan mendekat juga ke lokasi di sekitar ini. Karena bisa berbahaya. Karena sudah dipasang garis polisi, kami harap warga mentaatinya," kata Sariyo.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved