Selasa, 19 Mei 2026

Tips Kesehatan

Kanker Anak Punya Peluang Sembuh Lebih Besar

Data WHO setiap tahun jumlah penderita kanker pada anak 110 sampai 130 kasus per 1 juta anak

Tayang:
Penulis: | Editor: Suprapto
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Tenaga medis memberikan vaksin kanker. 

WARTA KOTA, PALMERAH—Kanker bisa mengenai siapa saja.  Data WHO setiap tahun jumlah penderita kanker pada anak  110 sampai 130 kasus per 1 juta anak setiap tahun. Data dari International Agency of Research Center (IARC) menyatakan 1 dari 600 anak di dunia dibawah usia 16 tahun menderita kanker.

Sebanyak 80 persen anak yang terdiagnosis kanker, hidup di negara berkembang dimana akses terhadap pelayanan kesehatan belum maksimal. Akibatnya, sekitar 100.000 anak dengan kanker meninggal setiap tahun. Di Indonesia ada sekitar 11.000 kasus kanker anak per tahun yang sebagian besar berasal dari keluarga tidak mampu.

Kanker anak berbeda dengan kanker pada orang dewasa, baik dari jenis kankernya maupun respon terhadap pengobatannya. Jenis kanker yang paling sering dijumpai pada anak adalah leukemia (kanker darah) dan retinoblastoma (kanker mata). Kanker pada anak sebagian besar terjadi karena mutasi DNA yang terjadi sangat dini bahkan sebelum anak dilahirkan. Tidak seperti kanker pada orang dewasa yang berkaitan erat dengan gaya hidup atau lingkungan.

Meski ada beberapa pengecualian, namun kanker pada anak cenderung merespon pengobatan, misalnya kemoterapi, lebih baik dibandingkan kemoterapi pada pasien kanker dewasa. Meskipun begitu, pengobatan sistemik seperti kemoterapi dan radioterapi tetap menimbulkan efek jangka panjang sehingga anak dengan kanker membutuhkan pengawasan seumur hidup pasca pengobatan.

Meski demikian, pada kanker anak tetap berlaku prinsip bahwa semakin dini kanker ditemukan dan diobati, semakin besar tingkat kesembuhannya. Yang menjadi persoalan, pengenalan dan penanganan dini tersebut ternyata sulit diterapkan karena berbagai kendala. Masalah yang sering menghambat upaya pengobatan anak dengan kanker adalah kurangnya informasi tentang kanker pada anak. Orangtua seringkali tidak paham gejala kanker pada anak dan pentingnya pengenalan dini. Akibatnya penanganan menjadi terlambat.

Dokter spesialis anak dari RS Kanker Dharmais, Mururul Aisyi mengatakan, di luar negeri, tingkat ketahanan (survival) hingga usia lima tahun pada anak mencapai 80-85 persen. Lebih tinggi dibandingkan kanker dewasa yang sekitar 60 persen. Hal ini karena tingkat kekacauan sel pada kanker anak lebih rendah dibandingkan dengan kanker pada dewasa.

“Salah satu penyebabnya, sel kanker para orang dewasa telah berinteraksi dengan lingkungan sekitar termasuk polusi,” kata dokter Aisyi dalam diskusi bertema ‘Survivor Speak Up! Childhood Cancer Myths’ yang dilakukan oleh Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) dan Cancer Buster Community di kawasan Panglima Polim, Sabtu (27/6).

Tags
kanker
WHO
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved