Rabu, 8 April 2026

Penculikan

Anak Kembali, Orangtua Shintya Dapat Ancaman Teror

Setelah Shintya kembali ke orangtuanya, masalah lain muncul. Orangtua Shintya sekarang diteror

Orangtua korban penculikan anak di PGC 

WARTA KOTA, KRAMAT JATI - Shintya Ermawan (6) kini telah kembali ke pangkuan orangtuanya, Ridwan (30) dan Siti Ermawati (27)‎ sejak Selasa (21/7) pagi.

Namun hal tersebut nyatanya tidak membuat orangtua Shintya bisa hidup tenang.

Pasalnya belakangan ini orangtua Shintya dibuat resah dengan munculnya ancaman teror. Teror tersebut bukan hanya datang melalui pesan singkat saja tapi juga melalui panggilan telepon.

Nomor Ridwan belakangan ini memang menjadi konsumsi publik lantaran saat mencari Shintya, ia menyebar pamflet informasi anak hilang dengan mencantumkan nomornya di selebaran tersebut.

Alhasil, ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan nomor tersebut untuk kepentingan tertentu.

"Nomor saya ini jadi sering ada yang SMS atau telepon. Ada yang kirim ancaman minta tebusan segala, sampai neror dan mengaku sebagai penculiknya. Ada yang minta Rp 5-7 juta," katanya, Rabu (22/7/2015).

Ridwan menambahkan ‎kejadian tersebut mulai berlangsung sejak Senin (20/7) kemarin. Salah satu SMS yang masuk dan bernada ancaman, terjadi pada Selasa (21/7) pukul 16.25 WIB.

"Masih untung anak kamu bisa selamat ke tempat tujuan. Kalau tidak, sudah saya jual sampai ke luar negeri. Makanya punya anak dijaga betul-betul. Jangan kamu macam a****g semua tidak menjaga anak-anak," tulis pesan SMS tersebut kepadanya.

Sekadar informasi, sebelumnya putri pasangan Ridwan (30) dan Siti Ermawati (27) itu hilang diculik saat bermain di sebuah tempat bermain anak di PGC, Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu (18/7).

Rekaman kamera CCTV mengungkap bahwa bocah tersebut dibawa oleh seorang pria tak dikenal. Namun demikian pada Senin (20/7) pagi, Shintya kembali ke rumahnya setelah diantar seorang sopir taksi.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved