Sindikat Narkoba
Gila! Jaringan Pengedar Sabu Tiongkok Punya Ilmu Menghilang
Butuh empat bulan mengikuti puluhan orang yang bisa mendadak hilang, lokasi transaksi yang terus berganti, Polisi akhirnya bisa mengungkap 350 kilogra
WARTA KOTA, SEMANGGI - Butuh empat bulan mengikuti puluhan orang yang bisa mendadak hilang, lokasi transaksi yang terus berganti, Polisi akhirnya bisa mengungkap 350 kilogram sabu yang dimiliki jaringan pengedar sabu Tiongkok yang diedarkan di Jakarta.
Sebanyak 350 kilogram sabu itu kemudian ditemukan disimpan di gudang berjalan, yakni sebuah mobil Grand Livina bernomorpolisi B 7434 HI yang diparkir di Apartemen CBD Pluit, Jakarta Utara.
Polisi meringkus seorang lelaki berinisial CT (39), orang Tiongkok berkewarganegaraan Hongkong. Dialah kurir internasional yang mengendalikan 350 kilogram shabu tersebut.
Selain itu, polisi juga meringkus MW (34), warga Jakarta Barat yang jadi kaki tangan CT di Jakarta. Dan kini 2 lainnya masih diburu.
Kasubdit III Ditnarkoba Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Armand Asmara, mengungkapkan, informasi awal didapat dari seorang pemadat mabuk pada bulan April 2015.
Pemadat itu, kata Armand, menceritakan soal seorang rekannya yang kerap membeli shabu di sebuah apartemen di Jakarta Utara.
Dari situ, Polisi membentuk tim khusus berjumlah 11 orang. Tim itu lalu mulai menguntit satu per satu pembeli.
"Kami tak punya nama siapapun di awal penyelidikan. Hanya tahu soal ada pembeli yang kerap keluar masuk apartemen membeli shabu," kata Armand kepada Warta Kota di Polda Metro Jaya, Rabu (15/7/2015).
Selanjutnya penguntitan pun dilakukan dan membuat pusing Polisi. Sebab, kata Armand, banyak orang-orang yang diikuti (diduga pembeli Narkoba) masuk ke apartemen, ternyata tak pernah keluar lagi dari apartemen tersebut.
"Mereka hilang setiap sudah masuk ke apartemen. Padahal semua jalan keluar dipantau oleh anggota tim," kata Armand.
Baru 1 bulan kemudian Armand dan timnya tahu, ternyata para pembeli Shabu itu tak hanya membeli shabu. Tapi juga mendapat motor.
"Jadi ternyata mereka masuk ke apartemen jalan kaki, dan kurir jaringan Tiongkok (CT) ini ternyata sudah menaruh shabu di motor yang ditaruh di parkiran motor. Kunci motor digantung di motor. Makanya pembeli tinggal masuk ke apartemen, lalu lekas ke basement dan membawa pergi motor tersebut bersama shabu yang sudah ada di motor itu," kata Armand.
Rupanya itulah yang membuat Polisi terus kehilangan jejak saat menguntit, dan berpikir para pembeli Shabu itu punya ilmu hilang.
Armand mengatakan, rata-rata pembeli shabu dari jaringan Tiongkok ini membeli sebanyak 1 kilogram shabu dalam 1 kali transaksi. Dan uang pembelian langsung ditransfer ke bos CT di Tiongkok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150611-sabu-sabu_20150611_062045.jpg)