Ganja 1,5 Ton Bercampur Batu Giok Aceh Gagal Diselundupkan
Modusnya cukup licin mereka berkedok pengiriman bahan bangunan atau pindahan.
WARTA KOTA, JAKARTA - Personel Yon Kaveleri 6 Serbu Medan Sunggal berhasil menemukan 1,5 ton ganja kering asal Aceh, yang dicampur dengan batu giok dan bahan bangunan. Ia menemukan kemasan tersebut di Praka Trans, Jalan Swadaya Kelurahan Lalang, Medan Sunggal, Jumat (10/7).
Sebelumnya, pengawas ekspedisi Praka Trans Kopral Kepala Ikhsanuddin yang bertugas di Yonkav 6 serbu, mencurigai barang pindahan rumah tangga yang digabung dalam batu giok dari Banda Aceh tujuan Solo. Ia kemudian melakukan pengecekan dan menemukan kemasasan ganja, batu giok, dan bahan bangunan.
"Kopka Ihsanudin kemudian memindahkan barang, yang sebelumnya diduga bahang bangunan. Ia melihat satu peti yang rusak berisi ganja. Setelah itu, melaporkan kepada kami," kata Danyon Kaveleri 6 Serbu, Mayor Elrizal Satria.
Ia menambahkan, setelah pengecekan teryata ditemukan ratusan paket ganja yang disatukan dengan batu giok Aceh dan bahan bangunan. Menurutnya, pengiriman barang ini sangat bagus alias licin.
"Modusnya cukup licin mereka berkedok pengiriman bahan bangunan atau pindahan. Caranya mereka gabungkan ganja kering dengan batu giok dan bahan bangunan," ujarnya.
Dia mengaku, personel berani melakukan pembongkaran barang tersebut setelah mengecek kebenaran informasi. Apalagi, intel yang ditugaskan ke tempat kejadian perkara membenarkan bahwa informasi tersebut akurat.
"Pukul 11.00 WIB dapat laporan dan dilakukan pengecekan teryata benar. Kemudian kami lakukan penghitungan teryata 1,5 ton. Kita sudah mengamankan sopirnya. Namun, sopir mengaku tak tahu bahwa paket kiriman tersebut berisi ganja," katanya.
Dia menuturkan, pemilik ganja kering itu bernama Kuncoro, warga Banda Aceh. Tapi, berdasar penyelidikan sementara, sopir mengambil paket dari pinggir jalan besar Banda Aceh tepatnya di Jalan Lamreng Banda Aceh.
Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Enoh Solehudin mengatakan, terbongkarnya pengiriman barang haram tersebut, karena kecurigaan pihak ekspedisi dan melapor kepada Kopka Ikhsanuddin.
Kemudian, menurut dia, anggota meliter turun ke gudang ekspedisi tersebut. Saat dilakukan pemeriksaan kotak kayu petugas menemukan sebanyak 765 bal ganja. Untuk mengelabui petugas, di kotak kayu itu ditulis batu akik.
"Saat diperiksa, ternyata berisi batu koral dan keramik yang di dalamnya ada ganja," ujar Enoh. Dia menyebutkan, ganja yang ditemukan itu mencapai berat 1,5 ton, akan diangkut menggunakan truk nomor polisi BK 9353 TA dan dibawa ke Solo, Jawa Tengah.
"Ganja yang disita tersebut berasal dari Provinsi Aceh," katanya dikutip dari Antara. Kapendam menjelaskan, sopir truk berinisial M (33), warga Aceh Utara, dan kernet HS (30), warga Langsa tidak mengetahui barang yang akan mereka bawa itu berisi ganja.
Pemilik barang tersebut berinisial K warga Aceh. "Barang ganja dan sopir telah diamankan ke Makodenintel Kodam I/BB guna pemeriksaan lebih lanjut, dan akan diserahkan kepada pihak berwajib," katanya.
Sebelumnya, pengedar narkoba juga telah beberapa kali melakukan kamuflase pengiriman barang haram tersebut. Di antaranya, pengedar mencampur ganja dengan cokelat brownies, dimasukkan dalam kemasan biskuit, memasukkan paket sabusabu ke Bika Ambon, ganja dicampur dodol, ganja dicampur dengan jajajan seperti rengginang, dan paket ganja dicampur dengan batu akik dan bahan bangunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150712-ganja-tni_20150712_043630.jpg)