Terseret Dugaan Korupsi, Emil Pilih Membisu

Terseret dugaan kasus korupsi BCCF, Ridwan Kamil pilih tidak berkomentar dulu.

Terseret Dugaan Korupsi, Emil Pilih Membisu
KOMPAS.com/Putra Prima Perdana
Ilustrasi. Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Stig Traavik (kiri) bersama Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil enggan berkomentar terkait rencana pemanggilan Kejati Jabar mengenai dugaan korupsi dana hibah dari Pemkot Bandung ke komunitas Bandung Creative City Forum (BCCF) pada 2012 lalu. 

Kejati Jabar rencananya akan memanggil Ridwan Kamil sebagai Ketua BCCF tahun 2012. Rencananya, Emil akan dimintai keterangan setelah Lebaran nanti. 

"Saya no comment dulu ya," ujar Emil seusai menghadiri groundbreaking Pintu Tol Gede Bage, Bandung, Jumat (10/7/2015). 

Emil mengatakan, akan mempelajari dulu persoalan munculnya tudingan kasus dugaan korupsi terhadap BCCF. Oleh karena itu, dia belum mau berkomentar. 

"Belum ada langkah dulu," terangnya.  

Namun, Emil berjanji akan menyampaikan pernyataan lengkap jika waktunya sudah tepat. 

"Nanti saya kabari kalau waktunya sudah tiba," ujarnya. 

Sementara itu, Kejati Jabar belum bisa menyebutkan jumlah kerugian negara. Namun, jumlah yang diterima BCCF untuk program tersebut mencapai Rp 1,3 miliar.

Menurut informasi yang dihimpun, BCCF yang dipimpin Emil pernah menerima dana sekitar Rp 44 juta dari Pemkot Bandung untuk mendaftarkan kegiatannya ke Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) pada 2012 lalu. 

Namun seperti diketahui, kegiatan itu hingga saat ini, belum didaftarkan. Tudingan ini pernah mencuat juga saat Emil melangkah menjadi calon wali kota Bandung pada 2013 lalu.

Saat itu, lawan dari pesaingnya, Ayi Vivananda, lewat tim suksesnya menyebut bahwa Emil, lewat BCCF, menerima aliran dana yang kegiatannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved