Rabu, 8 April 2026

Warga Keluhkan Debu Dampak Pembongkaran Pilar Tol

Warga mengeluhkan dampak pembongkaran pilar tol karena menimbulkan debu.

Panji Baskhara Ramadhan
Belasan pilar Tol Tanjung Priok Seksi E2 ruas Cilincing - Jampea, Jalan Cilincing Raya, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, dibongkar, Kamis (9/7). Belum diketahui apa penyebab pilar yang sudah sempurna ini, malah dibongkar kembali. 

WARTA KOTA, CILINCING -- Belasan pilar Tol Tanjung Priok Seksi E2 ruas Cilincing-Jampea, Jalan Cilincing Raya, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, dibongkar, Kamis (9/7/2015).

Warga di Kawasan Lagoa, Koja mengaku terganggu akan debu semen akibat dari pembongkaran itu.

"Debunya saya gak tahan. Udah debu dari truk-truk lewat, ini nambah lagi debunya dari reruntuhan pilar itu. Cuman itu yang saya bingung, kan awalnya udah berdiri kokoh bagus, kok diancurin lagi? Kerja dua kali dong?" kata Hermansyah (36), warga di Kawasan Jalan Lagoa.

Ia mengaku, debu-debu reruntuhan itu membuat teras, ruang tamu, serta kaca di jendela rumahnya berdebu. Malahan hampir setiap hari ia membersihkan debu itu bersama istrinya.

"Kalau pagi kita di sini ngehirup debu. Itu pilar-pilar itu dirubuhin dari pagi sampai ke pagi lagi. Debunya gak bakalan ilang lah," katanya.

Sama halnya dengan warga lainnya, Muchlisa (28). Wanita berambut panjang ini mengeluhkan debu-debu reruntuhan itu membuat dadanya sering sesak.

Ia juga mengaku bingung terkait pilar yang sudah berdiri tegak dan rapih, justru dirubuhkan kembali oleh pekerja proyek itu.

"Awalnya mah rapih. Sekarang malah dihancurin lagi. Saya gak tahu kenapa diancurin. Debunya ini saya gak tahan. Bikin dada saya sesak. Udah lumayan lama ini diancurinnya, sekitaran sudah dua bulanan," terangnya.

Keluhan juga disampaikan di mulut para pengguna Jalan Cilincing Raya. Terkait pembongkaran itu, membuat macet di ruang jalan.

"Saya sering lewat sini. Ini proyek kapan selesainya sih. Ini kok kenapa diancurin lagi kan. Toh beberapa waktu lalu saya lihat udah kokoh berdiri, malah diancurin lagi. Belum lagi macetnya mas. Ini kan jalur mau ke Pelabuhan Tanjung Priok dan Cilincing. Jadinya pasti banyak ramai pengendara lewat sini," ujar pengendara mobil, Hartono (25).

Selain macet, lebar jalan menjadi tak maksimal. Lantaran banyaknya alat berat yang sering berlalu-lalang.

"Kemacetan itu biasanya terjadi kalau kapal-kapal pengangkut barang mpor atau ekspor udah bersandar di pelabuhan pada akhir pekan. Nah biasanya mobilitas jadi ramai lewat sini. Ditambah lagi ada alat berat lewat lalu-lalang buat ngerobohin itu pilar. Jadinya ya macet," ujar Budiman (30), pengendara mobil Kijang Innova itu.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuldjono, dan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan Tanjung Priok dari Kementerian Pekerjaan Umum, Bambang Nurhadi, hingga kini belum memberikan penjelasan. (Panji Baskhara Ramadhan) 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved