Breaking News:

Tip Sehat

Kenali Gejala Pusing dan Bahayanya Mulai Sekarang

Pernah merasakan nyeri kepala yang tiba-tiba sangat hebat seakan mau pecah atau saking nyerinya seperti mau dibenturkan ke dinding?

Editor: Andy Pribadi
Tabloidnova.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Pernah merasakan nyeri kepala yang tiba-tiba sangat hebat seakan mau pecah atau saking nyerinya seperti mau dibenturkan ke dinding?

Jika itupun belum cukup dan disertai muntah akibat peningkatan tekanan di dalam kepala dan otak, maka segeralah periksa ke dokter karena bisa saja terjadi tumor otak, dan berhati-hatilah saat mengalami nyeri kepala.

Perbedaan pusing dan nyeri kepala menurut dr. Yuwono, SpS., FINS., dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta, ialah kalau nyeri kepala terjadi pada seluruh sistem yang ada di kepala, mulai dari kulit kepala sampai ke bagian dalam, sedangkan berbeda dengan yang dimaksud pusing dalam dunia medis.

“Biasanya orang awam sering mengatakan pusing di kepala sebagai sakit kepala, padahal keduanya berbeda. Sakit kepala berarti nyeri kepala yang terasa di seluruh kepala bahkan sampai sistem yang ditimbulkan dari leher, sementara pusing adalah vertigo atau pusing berputar,” terang dokter Yuwono pada tabloidnova.com .

Lebih lanjut, penyebab nyeri kepala mulai dari kulit, otot di luar tengkorak, mata, gigi, selaput otak atau menings. Nah, kalau terjadi radang selaput otak atau meningitis, gejalanya seperti nyeri kepala kaku kuduk dan demam, bahkan sampai penurunan kesadaran.

Kenali gejalanya 

Sebenarnya gejala nyeri kepala sudah bisa dikenali ketika seseorang merasakan nyeri tersebut. Misalnya mengalami nyeri kepala, pusing, lalu minum obat umum kemudian sembuh dan beberapa minggu mengalami nyeri kepala yang muncul lagi, diakui dokter Yuwono itu tidak menjadi masalah. Justru yang mesti diwaspadai jika kondisi lain terjadi.

“Akan berbeda hasilnya jika sudah minum obat nyeri kepala hilang, tapi kemudian muncul lagi dan bertambah nyeri berarti harus diperiksakan ke dokter. Khawatir ada sesuatu yang terjadi karena kebanyakan pasien yang datang ke dokter dalam kondisi sudah terlambat seperti badannya sudah lumpuh setengah atau mengalami penurunan kesadaran,” ungkap dokter Yuwono.

Sadari bahayanya 

Menurut dokter Yuwono, terkadang orang mengabaikan penyakit nyeri kepala karena sembuh setelah minum obat yang dijual secara umum di pasaran, namun setelah diperiksa ternyata mengidap penyakit tumor. Pada saat ditelusuri riwayat penyakitnya, ternyata nyerinya bukan hanya satu atau dua bulan saja, tapi bertahun-tahun, lalu dilupakan begitu saja dengan minum obat bertahun-tahun.

“Tanpa disadari, dosis yang diminun makin hari ternyata makin banyak, awalnya sekali minum satu tablet, bertambah menjadi dua tablet dalam sekali minum,” tutupnya. (Tabloidnova.com)

Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved