Gawat, Sopir Bus di Bogor Pakai Narkoba
Seorang sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP) positif menggunakan narkoba jenis sabu.
Penulis: | Editor: Suprapto
WARTA KOTA, BOGOR— Seorang sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP) positif menggunakan narkoba jenis sabu. Sopir bernama JJ (45) itu kedapatan menggunakan sabu setelah dilakukan test urine yang dilakukan petugas Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Bogor, di terminal bus Baranangsiang, Kamis (9/7/2015).
Dalam test urine jelang mudik Idul Fitri,
sebanyak 28 pengemudi bus AKAP dan AKDP harus menjalani tes urine. Tes tersebut dilakukan oleh BNN Kabupaten Bogor bersama Polres Bogor Kota dan Dinas Kesehatan Kota Bogor.
"Dari hasil tes, satu sopir positif menggunakan narkoba jenis sabu. Kita akan lakukan pemeriksaan dan assessment terhadap sopir tersebut," ujar Kasie Pemberantasan BNN Kabupaten Bogor, Kompol Ahmad Soleh didampingi Kapolsek Bogor Timur, Kompol Wasino Al Korim.
Ahmad Soleh mengatakan, pihaknya akan segera melimpahkan temuan kasus narkoba ini ke Polres Bogor Kota untuk ditindaklanjuti dan diproses lebih lanjut. Selain itu, pihaknya juga akan memanggil pengusaha PO yang mempekerjakan sopir tersebut.
"Sopirnya bisa dilakukan rehabilitasi," katanya.
Sejauh ini pihak BNN Kabupaten Bogor belum mengetahui dengan lengkap identitas sopir yang positif menggunakan sabu, termasuk sopir bus jurusan mana."Data di kita hanya nama dan nomor hp saja. Segera akan kita panggil untuk diperiksa lebih lanjut," katanya.
Dia mengatakan, tes urine ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadi kecelakaan saat mudik akibat kondisi sopir yang tidak sehat dan menggunakan narkoba atau minuman keras.
"Apapun alasannya, menggunakan narkoba itu melanggar hukum dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada toleransi," ujar Kapolsek Bogor Timur Kompol Wasino Al Korim.
Pemeriksaan urine terhadap para sopir oleh BNN Kabupaten berlangsung cepat. Dengan menggunakan alat testpack yang sangat sensitif, dalam hitungan menit petugas bisa memperoleh hasil apakah urine sopir tersebut positif narkoba atau tidak.
Salah seorang sopir yang ikut menjalani tes urin, Nur Salim mengatakan, dia setuju dengan tes urin ini. "Saya setuju, karena ini untuk keselamatan kita juga. Dengan begitu saya bisa tahu kondisi kesehatan saya seperti apa," katanya.
Ia menyarankan kepada para sopir bus untuk berhati-hati dan menjaga kesehatan selama mengendarai bus. Ia juga meminta agar para sopir bus untuk beristirahat bila merasa letih dan tidak memaksakan mengendarai bus bila sedang kurang sehat.