Referendum Yunani Akibatkan Nilai Mata Uang Euro Anjlok

Saya telah meminta untuk pertemuan EuroSummit, Selasa malam pukul 18.00 untuk membahas situasi setelah referendum di Yunani

Referendum Yunani Akibatkan Nilai Mata Uang Euro Anjlok
Kompas.com
Ilustrasi mata uang Euro 

WARTA KOTA, JAKARTA - Mata uang euro jatuh tajam di perdagangan Asia-Pasifik setelah diketahui hasil sementara referendum Yunani, yang menyatakan menolak pemberian dana talangan. Nilai euro jatuh hingga 1,4 persen terhadap dollar AS, di angka tukar 1,0992 dollar AS untuk 1 euro.

"Ini menegaskan dua hal, pertama melegitimasi sikap Pemerintah Yunani serta menyerahkan bola ke tangan Uni Eropa," kata analis ANZ Bank, seperti dikutip dari Reuters, Senin (6/7/2015).

Belum diketahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras sudah mengaku siap untuk melakukan pembicaraan lanjutan. Sedangkan Jerman dan Perancis memilih akan membahasnya terlebih dulu dalam pertemuan dengan negara Eurozone, sesama pengguna mata uang euro

Sejumlah negara yang tergabung dalam Eurozone pun akan melakukan pertemuan untuk membahas hasil referendum yang menolak pemberian utang baru yang disertai syarat itu. Pertemuan akan dilakukan besok, Selasa (7/7/2015), setelah pertemuan yang akan dilakukan pemimpin Jerman dan Perancis.

"Saya telah meminta untuk  pertemuan EuroSummit, Selasa malam pukul 18.00 untuk membahas situasi setelah referendum di Yunani," kata Presiden Uni Eropa Donald Tusk, dalam akun Twitter miliknya, seperti dikutip dari AFP, Senin (6/7/2015).

Adapun Eurogroup yang merupakan forum pertemuan menteri keuangan di negara pengguna mata uang euro, juga akan melakukan pertemuan pada Selasa besok. Menurut juru bicara Pemimpin Eurogroup Jeroen Dijsselbloem, Michel Reijins, pertemuan itu akan dilakukan sebelum EuroSummit.

"Pertemuan Eurogroup akan dilakukan Selasa, 7 Juli 2015 untuk mempersiapkan EuroSummit terkait Yunani. Waktu pertemuan akan dikonfirmasi kemudian," demikian tweet yang ditulis Reijins.

Sedangkan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengungkapkan, pihaknya menghargai hasil referendum yang dilakukan rakyat Yunani. Meski begitu, Juncker akan melakukan pembicaraan dengan Kepala Bank Sentral Eropa Mario Draghi dan Pemimipin Eurogroup Jeroen Dijsselbloem.

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved