Kamis, 9 April 2026

Keluarga Lihat Ada Kejanggalan Dalam Penembakan Jufri

Keluarga besar Jufri Heriyanto Pasaribu (45) mempertanyakan penembakan yang dilakukan aparat kepolisian.

Penulis: Junianto Hamonangan |
Keluarga iringi pemakaman Jufri Pasaribu, Ketua Laskar Jayakarta Jakarta Utara. 

WARTA KOTA, CIPAYUNG-Keluarga besar Jufri Heriyanto Pasaribu (45) mempertanyakan penembakan yang dilakukan aparat kepolisian. Pasalnya keluarga menilai, seharusnya penembakan yang menghilangkan nyawa tersebut tidak perlu dilakukan.

"‎Pada prinsipnya kami melihat ada sesuatu kejanggalan. Kami sesalkan sikap, tindakan dari oknum polisi Tanjung Priok karena diduga oknum melanggar SOP (standar operasional prosedur)," kata Panca Nainggolan, kuasa hukum keluarga korban, Minggu (5/7/2015).

Panca menambahkan seharusnya polisi berpedoman dengan UU No 2 Tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota polisi saat menjalankan tugas dan kewajiban‎. Oleh sebab itu keluarga ingin mendapatkan jawaban dari pihak kepolisian mengapa pelanggaran itu bisa sampai terjadi.

"Keluarga sendiri ingin tahu apa motif penembakan tersebut. ‎Jika memang harus dilakukan tindakan, bukan dengan cara seperti ini tapi cukup dilumpuhkan," ungkapnya.

Sekadar informasi, Ketua Laskar Jayakarta Jakarta Utara, Jufri Pasaribu alias Jamal (45) ditembak pada bagian punggung oleh aparat kepolisian yang diduga dari Polsek Tanjung Priok, Jumat (3/7) malam. Penembakan terjadi di kolong tol Sungai Bambu, Jalan Jati VIII RT 08/RW 09, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved