Karena Pipa Palyja, Jalan Inspeksi BKB Jatibaru Mangkrak

Pembangunan Jalan Inspeksi Banjir Kanal Barat BKB Jatibaru, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat mangkrak karena tertutup pipa distribusi Palyja.

Karena Pipa Palyja, Jalan Inspeksi BKB Jatibaru Mangkrak
Pembangunan Jalan Inspeksi BKB mangkrak karena terhadang pipa distribusi Palyja.

WARTA KOTA, TANAHABANG-Lama tidak dilanjutkan pembangunannya, Jalan Inspeksi Banjir Kanal Barat (BKB) Jatibaru, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat mangkrak. Pemkot Jakarta Pusat pun beralasan, mangkraknya pembangunan dikarenakan jalan tertutup pipa distribusi milik Palyja, sehingga alat berat maupun kendaraan tidak dapat melintas.

Titik mangkraknya pembangunan jalan inspeksi tersebut berada persis di kolong Jembatan Tinggi, Jalan Petamburan, tepatnya seberang Blok G Pasar Tanah Abang. Jalan berbahan beton yang memanjang mulai dari Flyover Jatibaru wilayah Petamburan itu terlihat tidak tersambung seperti yang direncanakan.

Padahal sesuai dengan tata kota milik Walikota Jakarta Pusat, jalan yang memanjang di sebelah barat BKB tersebut seharusnya tersambung hingga Jalan Penjernihan 1, Karet Bivak, Tanah Abang. Jalan tersebut pun difungsikan sebagai jalan permukiman sekaligus jalan alternatif bagi masyarakat dari Petamburan menuju arah utara, Jalan Jatibaru ataupun mengarah ke selatan, Jalan Penjernihan 1.

Alhasil, karena jalan belum tersambung, arus lalulintas yang berasal dari arah Jatibaru kembali bertumpuk di Jalan Petamburan, tepatnya depan Museum Tekstil. Di sisi lain, seiring belum rampungnya jalan, fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) pun tidak terpasang, sehingga sebagian jalan yang sudah terbangun pun kerap dijadikan lokasi nongkrong remaja ataupun waria di malam hari.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengakui, alasan mangkraknya pembangunan jalan inspeksi BKB Jembatan Tinggi saat ini dikarenakan terkendala keberadaan pipa distribusi milik Palyja yang melintang sejajar dengan jembatan. Pipa berdiameter sekitar dua meter persegi itu dikatakannya, berada di ketinggian sekitar tiga meter dari jalan, sehingga alat berat maupun kendaraan dipastikannya tidak dapat melintas.

Padahal lanjutnya, jika jalan tersebut selesai dibangun, Jalan inspeksi BKB Jatibaru sepanjang dua kilometer tersebut dapat menjadi jalan alternatif masyarakat dari arah Jatibaru menuju Petamburan hingga Jalan Penjernihan ataupun sebaliknya. Sehingga beban jalan serta kemacetan yang biasa terjadi di lingkar Tanah Abang, yakni Jalan Jatibaru, Jalan Jatibunder, Jalan KH Mas Mansyur serta Jalan Fachrudin dapat dikurangi secara signifikan.

"Kami sudah tinjau dan laporkan kendala ini dalam rapim (rapat pimpinan-red), dalam waktu dekat juga, saya akan bertemu dengan pihak Palyja untuk berdiskusi mengenai pemindahan pipa tersebut. Karena, kalau masih ada pipa di sana, pembangunan dapat dipastikan tidak akan berjalan, lagipula walaupun jalan sudah dibangun, kendaraan pun tidak bisa melintas karena memang pipa terlalu rendah," jelasnya.

Ditemui bersamaan, Sekretaris Walikota Jakarta Pusat, Bayu Megantara menambahkan, apabila pemindahan pipa tersebut rampung dilakukan, proses penyambungan Jalan Inspeksi BKB dapat diselesaikan dengan cepat karena ruas jalan yang tersisa hanya sepanjang sekitar 100 meter.

Tidak hanya itu, permasalahan lainnya seperti keberadaan Pasar Malam, aktivitas anak-anak muda pada malam hari maupun keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar lokasi, termasuk di atas Jembatan Tinggi pun akan hilang. Hal diyakininya lantaran jalan akan ramai dilalui masyarakat.

"Kendalanya (pembangunan-red) memang karena pipa itu saja, soalnya pembebasan lahan sudah lama selesai. Kalau jalan inspeksi di titik itu sudah tersambung, PR (Pekerjaan Rumah-red) tinggal pembangunan Jalan Inspeksi BKB Karet Bivak saja, selebihnya Jalan Inspeksi BKB wilayah Jakarta Pusat sudah tersambung seluruhnya," jelasnya.

Ditemui terpisah, Dedi (50) warga setempat meminta agar pihak Pemkot Jakarta Pusat dapat merampungkan pembangunan jalan inspeksi, karena tidak hanya dapat menambah akses jalan, kerawanan lingkungan pun dapat hilang.

"Sebagai warga saya dukung sekali, apalagi program ini baik bagi kami. Jalanan jadi nggak muter lagi, nggak ada yang mangkal di kolong jembatan dan pos Pemadam Kebakaran (Petamburan-red) di sini juga jadi aktif, nggak ada alesan nggak bisa lewat kalo ada kebakaran di wilayah Petamburan atau sekitar Tanah Abang," tutupnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved