Jumat, 10 April 2026

Inilah Alasan Kemacetan di Perempatan Kuningan Selatan

Akibat‎ pengerjaan jalan layang Kuningan Selatan, Jakarta Selatan, beberapa bulan lalu menyebabkan kemacetan yang cukup panjang dari arah Cawang.

WARTA KOTA, KUNINGAN - Akibat‎ pengerjaan jalan layang atau fly over Kuningan Selatan, Jakarta Selatan, beberapa bulan lalu menyebabkan kemacetan yang cukup panjang dari arah Cawang menuju Semanggi. Pasalnya, dalam pembangunan itu menyebabkan penyempitan kendaraan dan tinggal tersisa dua jalur untuk kendaraan roda empat.

Proyek itu dibangun oleh pihak ketiga yaitu PT Nindya Karya.‎ Jalan layang itu nanti dapat digunakan untuk pengguna jalan dari arah Pancoran menuju Semanggi. Fly over itu memiliki panjang 581 meter dan lebar 9 meter. Proyek ini menghabiskan anggaran Rp 137 miliar.

Pantauan Warta Kota, tiang-tiang penyangga itu ditutupi oleh pagar setinggi 3 meter dengan luas sekitar 50 meter x 10 meter. Beberapa alat berat tampak ada disekitar lokasi. Para pekerja pun sedang sibuk mengerjakan pembangunan fly over itu.

Alhasil, dua lajur di perempatan Kuningan Selatan menjadi terjadi kepadatan. Hal ini dikarenakan bus Transjakarta dan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB) dari jalur busway masuk ke dua jalur itu. Karena ada pagar pembatas di jalur itu saat proyek pembangunan.

Kemacetan itu sendiri hingga sepanjang 500 meter. Biasanya kemacetan di jam-jam sibuk seperti berangkat kerja dan pulang kerja. Para pengguna jalan baik kendaraan roda dua dan roda empat berebut mencari jalur untuk melintasi kemacetan. Bunyi klakson pun tak terhindarkan akibat kemacetan itu.

Salah seorang pengendara sepeda motor Suzuki Skywafe‎ warna hitam, Anto (35) selalu stres saat melintasi jalur itu. Karena kemacetan selalu terjadi di perempatan kuningan. "Bikin stres dan capek kalau melintas di perempatan kuningan. Ini kaya jalur yang selalu macet," kata bapak dari dua orang anak itu kepada Warta Kota di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2015).

Menurutnya, akibat kemacetan itu produktifitas kerjanya menjadi menurun. Dia pun selalu telat kalau berjanji dengan klien karena terkena kemacetan yang terjadi disana."Kalau janjian sama orang pasti saya telat mulu. Soalnya macet terus dan ngga ada solusi," tuturnya.

Karena transjakarta dan APTB

Project Manager PT Nindya Karya, ‎Seno Susanto menuturkan bahwa kemacetan itu dikarenakan bus Transjakarta dan bus APTB saling balap-balapan. Sehingga, ketika bus Transjakarta berhenti pastinya, bus APTB masuk ke dalam dua jalur yang tersisa itu.

"Kami sudah kumpul di Dinas Perhubungan. Kemacetan itu sebenarnya karena bus Transjakarta berhenti dan bus APTB nyalip," kata dia.

Selain karena itu, menurutnya lampu traffic light di perempatan Kuningan Selatan yang cukup pendek waktunya. Sehingga, kendaraan menjadi mengekor. "Ekornya dari para kendaraan nutup ke arah Cawang. Kami minta diatur ulang traffic lightnya agar ekor kendaraan tidak menutup dari Cawang ke Komdak," ucapnya.

Solusi transjakarta yang berhenti

‎Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI, Heru Suwondo‎ mengatakan untuk menghindari bus Transjakarta berhenti dan mengakibatkan kemacetan maka akan dibuat halte bus Transjakarta di kolong fly over. Saat ini sedang dihitung jalur dengan bus Transjakarta yang akan didatangkan.

"Jadi bus Transjakarta masuk ke kolong dan dia (bus Transjakarta-red) masuk diantara kolom atau tiang fly over," ucapnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved