Bulan Ramadan, Pengemis di Bogor Menjamur

Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) salah satu pengemis meningkat selama bulan Ramadan.

Penulis: | Editor: Suprapto
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Suku Dinas Sosial (Sudinsos) menggelar razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), di sejumlah wilayah Jakarta Utara, Selasa (16/06/2015). Alhasil, sebanyak 12 PMKS berhasil diangkut petugas. 

WARTAKOTA, BOGOR--Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) salah satu pengemis meningkat selama bulan Ramadan. Mereka saat ini tidak hanya beroperasi di persimpangan jalan tapi juga pasar dan masjid.

Pantauan Wartakota, setiap hari keberadaan pengemis di sejumlah masjid besar di Kota Bogor jumlahnya semakin meningkat.

Mereka dengan leluasa meminta belas kasihan para jamaah yang baru keluar dari masjid. Jumlah para pengemis semakin bertambah saat solat Jumat. Para pengemis itu berjajar mulai dari pintu masuk masjid sampai ke halaman dalam masjid.

Seperti di Masjid Raya di Jalan Pajajaran dan Masjid Agung di Jalan Dewi Sartika, Bogor Tengah, Kota Bogor. Modus yang dilakukan para pengemis untuk mendapatkan perhatian orang yang melintas bermacam-macam.

Ada yang benar-benar dari kalangan disabel, tapi ada pula yang sengaja berpura-pura cacat. Tak hanya itu, ibu-ibu yang menggendong balita. Bahkan, tak jarang anak kecil seusia 6-8 tahun menggendong seorang balita berusia sekitar satu tahun berjalan tergopoh-gopoh di antara padatnya kendaraan atau duduk di halaman masjid.

"Sejak puasa apalagi kalau Jumat, pengemis yang datang ke sini makin banyak. Dari anak balita, sampai orang tua juga ada," kata Muhammad, salah satu pedagang pakaian di depan Masjid Agung, Kota Bogor, Jumat (3/7/2015).

Menurutnya, tidak ada satu orang pun yang bisa melarang ataupun mencegah pengemis-pengemis itu memasuki area masjid. "Inikan tempat ibadah, siapapun boleh masuk, jadi tidak bisa melarang," katanya.

Pemandangan yang sama juga terlihat di Masjid Raya Kota Bogor. Semenjak awal bulan suci Ramadhan, jumlah pengemis di masjid kebanggaan warga Bogor ini terus meningkat.

"Mereka sudah berdatangan sebelum Jumatan atau sat shalat Dzuhur, dan mulai meminta setelah selesai warga Bukan apa sih, cuma agak risih kalau jalan keluar masjid terhalang orang-orang itu," kata Darno, warga Pamoyanan, Bogor Selatan.

Bukan hanya pengemis, kehadiran para pengamen dan anak jalanan, semakin ramai di bulan puasa ini.

"Kami hanya bisa menjaring di bawah 100 orang karena keterbatasan anggaran dan tidak punya tempat rehabilitasi. Kalau dari hasil razia PMKS, kami kirim ke tempat rehabilitasi di Sukabumi dan Jatinegara Jakarta Timur," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Bogor Annas S. Rasmana.

Di tempat rehabilitasi kata Annas, mereka yang terjaring harus mengikuti serangkaian pembinaan terlebih dahulu, kemudian diberikan berbagai pelatihan untuk bekal mereka mencari nafkah.

"Biar jera, biar tidak melakukan lagi mereka dibina dan diberi bekal pelatihan seperti menjahit, membuat kue, hingga kerajinan tangan. Setelah memiliki keterampilan mereka dipulangkan ke rumah masing-masing," katanya.

Namun demikian, Anas mengaku jika program pembinaan tersebut dinilai belum optimal. Tak sedikit PMKS yang sudah dibina, kembali lagi ke jalan karena dengan mengemis mereka lebih mudah mendapatkan uang tanpa harus mengeluarkan modal.

Bahkan, katanya, keberadaan para pengemis dikoordinir oleh salah seorang yang dianggap mampu melindungi mereka.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved