Sharon Masih Duga Anaknya Hilang karena Diculik
Walau Sharon sudah mengetahui keberadaan Geizka sedang di rumah aman, dia belum mau mendatangi atau menjemput anaknya.
WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA -- Wajah Sharon Rose Leasa Prabowo (47) tampak tenang saja, saat awak media menanyakan kasus dugaan kekerasan terhadap Geizka Tristan (12), yang dilakukan olehnya.
Dia masih merasa, putra keduanya hilang dan diculik oleh seseorang.
Pasalnya, sejak tidak pulang, Jumat (26/6/2015), Sharon selalui mencari keberadaan putra kesayangannya.
Kurang lebih, sekitar satu minggu, dia berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kebayoran Lama untuk mencari bocah yang mempunyai warna kulit putih itu.
"Saya masih menganggap proses penculikan karena Geizka diambil tanpa seizin saya," kata ibu dari tiga orang anak itu yang ditemani oleh mantan suaminya, Boby Prabowo (47) dan putri pertamanya Cyrys Lamija Rose (14) di kediaman Ketua RT 15, Jalan Cipulir Permai, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (3/7).
Walau dia sudah mengetahui keberadaan Geizka sedang di rumah aman, Cibubur, Jakarta Timur dari awak media, Sharon belum mau mendatangi atau menjemput anaknya karena dia hanya ingin tahu informasi dari pihak yang berwajib yaitu Polsek Kebayoran Lama.
"Koridornya memang melalui Polsek Kebayoran Lama dan mereka juga belum menemukan. Saya setiap hari ke Polsek dan berkomunikasi dengan penyidiknya pak Adi," katanya.
Dia mengaku, belum mendapatkan panggilan dari pihak Polres Metro Jakarta Selatan terkait dugaan kekerasan terhadap Geizka. Hingga saat ini dirinya hanya ingin data valid dan informasi yang benar dari pihak kepolisian tentang keberadaan anaknya.
Dia membantah melakukan tindakan kekerasan terhadap putranya. Menurutnya buat apa dia melaporkan kasus hilangnya Geizka ke pihak kepolisian kalau dia melakukan kekerasan terhadap putranya.
"Itu sama saja saya melaporkan diri ke polisi dong. Saya ngga pernah melakukan kekerasan itu," ucapnya.
Sharon, hingga kini, masih merasa sahabat anaknya, Dyandra (12) tidak koperatif dalam memberikan informasi hilangnya Geizka.
Pasalnya, berdasarkan keterangan warga Dyandra atau lebih akrab disapa Dea itu merupakan anak terakhir yang bermain dengan Geizka.
"Pihak Dyandra sendiri tidak berikan informasi kooperatif. Setelah itu kehilangan info Geizka," tuturnya.
Kronologi hilang Geizka berawal saat Sharon meminta anaknya untuk menyiram tanaman di halaman pada Jumat (26/6) siang. Namun, hingga dipanggil dua kali, Geizka tidak juga menuruti perintahnya.
Ternyata, Geizka sedang asik bermain dengan tiga orang temannya di lapangan kompleks belakang rumahnya di Jalan Cipulir Permai W15 RT 15/9. Namun, hingga waktu berbuka puasa, Geizka tidak kunjung pulang ke rumah.
"Jam buka puasa, dua orang temannya pisah dengan Geizka karena masih ingin main dengan Dea. Kami tunggu sampai setengah sembilan nggak ada kabar, dan saya cari dengan mobil keliling kompleks serta tanya Dea, tapi dia tidak Kooperatif memberikan informasi," tuturnya.
Akhirnya, Sharon pun melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian. Akan tetapi, belum ada perkembangan penemuan dari Geizka. "Sampai saat ini, tidak tahu keberadaan Geizka. Kami sudah laporkan Polsek Kebayoran Lama. Apa pun harus dibuktikan dan kami menunggu dari Polsek Kebayoran Lama," tuturnya.
Menurutnya, Geizka Tristan merupakan anak yang periang dan suka bermain, namun memang dia suka kabur-kaburan. Kesehariannya, memang Geizka belajar di rumah atau home schooling. Setiap tiga kali dalam seminggu, Geizka selalu diajar oleh pengajar yang datang ke rumah yaitu Adi.
"Tapi, tidak sampai berhari-hari seperti ini dan membuat saya khawatir," ucapnya.
Sementara itu, Yogi Ginanjar, guru home schooling dari Geizka menuturkan, selama ini, tidak ada tanda-tanda kekerasan ada keluhan dari siswanya itu selama proses belajar.
Dia menduga, bekas luka itu dikarenakan Geizka jatuh dari sepeda saat bermain.
"Mungkin itu jatuh dari sepeda. Kaya gimana sih fotonya," tutur Yogi.
Menurutnya, Geizka memang anak yang pintar dan periang. Biasanya, dia sangat suka dengan mata pelajaran yang berbau hitung-hitungan seperti matematika. "IQ-nya juga tinggi itu anak. Pinter deh dan suka itung-itungan," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/gete_20150703_231823.jpg)