Pembunuhan Angeline
Pembunuhan Engeline Jadi Pelajaran Bagi Penyanyi Shanty
Kasus pembunuhan yang menimpa seorang gadis cilik Angeline (8) membuat penyanyi Shanty semakin waspada.
WARTA KOTA, PALMERAH—Kasus pembunuhan yang menimpa seorang gadis cilik Engeline (8) membuat penyanyi Shanty semakin waspada.
"(Saya) Takut setegah mati. Ada penculikan sama child trafficking. Saya lebih waspada sekarang," kata Shanty di Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) di Jalan TB.Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, (2/7/2015) sore.
Ia mengaku kerap mengikuti pemberitaan perihal korban pembunuhan terhadap Engeline melalui media massa.

"Saya enggak tidur tiga hari. Saya bingung Padahal udah ada tanda-tanda tindakan kekerasan kenapa orang-orang membiarkan," katanya.
Shanty sebagai ibu yang memiliki dua orang sungguh tak rela jika tindakan kekerasan tetap hanya didiamkan.
Menrutunya, sudah selayaknya sebagai orangtua harus lebih peka terhadap anak. "Kita harus tanya sama anak dan berpihak pada si anak," ucapnya.
"Saya jujur ada asisten. Tapi enggak saya lepas semua ke mereka. Jika anak saya berubah sedikit saja Saya akan langsung tahu," lanjuntya.
Shanty mengaku kerap mengajarkan kepada putranya yang masih berusia empat tahun supaya selalu waspada.
"Anak saya yang umur 4 tahun, saya ajarkan kalau ada yang pegang alat kelaminnya. Hasilnya, ada asisten rumah tangga memandikan, kena sedikit langsung ditepis sama dia," usainya. (Rahmat Patutie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150630-engeline-tewas-dibunuh_20150630_132450.jpg)