Breaking News:

Operasi Ketupat Jaya Mulai 10 Juli 2015

Polda Metro Jaya menurunkan 6.600 personil dalam operasi tersebut.

Tribun Jakarta/JEPRIMA.
Sejumlah anggota Satlantas Polres Metro Jakarta Timur menggelar operasi Ketupat Jaya. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Operasi Ketupat Jaya 2015 bakal dimulai pada 10 Juli 2015.

Polda Metro Jaya menurunkan 6.600 personil dalam operasi tersebut.

"Jumlah personil 6600 lebih untuk Operasi Ketupat Jaya 2015, tapi kalau dinamika meningkat kita akan tambahkan personil dan saya yakin rekan-rekan dari Pemda dan TNI juga siap mendukung operasi ini termasuk dari stake holders yang lain," ujar Tito kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com di Ruang Rapat Biro Operasi Polda Metro Jaya. Jumat (3/7).

Lebih lanjut, Tito mengatakan, nantinya pihak Polda Metro Jaya akan melakukan operasi di pasar-pasar dan jalur mudik.

"Kita juga akan mengamankan tempat-tempat rawan seperti pasar karena pasar menjelang lebaran akan ramai dikunjungi banyak masyarakat, nanti saya akan cek pos-pos pantau," ungkap Tito.

Selain itu, pihaknya juga akan menangkapi penjahat-penjahat jalanan, terutama yang di Terminal, Pelabuhan, Bandara, dan Stasiun.

"Copet, jambret, dan preman akan dibersihkan," kata Tito.

Kemudian, kata Tito, pihaknya juga berdiskusi untuk kesiapan menstabilisasikan harga dan mengamankan stabilisasi harga.

"Operasi Pasar dari pusat dan pertanian kita amankan, distribusi barang dan sembako, termasuk kemungkinan melakukan penyelidikan terhadap spekulan penimbunan yang dapat menimbulkan gejolak harga," kata Tito.

Lebih lanjut, Tito mengatakan juga menyiapkan pos-pos pengamanan di Terminal, Bandara, Stasiun dan tempat lainnya, termasuk mendeteksi titik pemberangkatan di luar Bandara, Stasiun, dan Terminal.

"Kemudian hal lain adalah pemukiman-pemukiman yang di tinggalkan pemudik, saya perintahkan kepada seluruh Kapolres dan Kapolsek serta para babinkamtibmas untuk pro aktif mendatangi masyarakat dan mendata rumah-rumah kosong. kemudian langkah-langkah pengamanan kepada rumah kosong tersebut, misalnya patroli. termasuk kemudian bila perlu lakukan pos pengamanan di pemukiman yang rumahnya banyak ditinggal dan jauh dari kantor polisi," tambah Tito.

Dirinya berharap pengamanan tersebut dapat bekerjasama dengan masyarakat.

"Pengamanan ini juga kerja sama dengan masyarakat, masyarakat juga harus berhati-hati, meninggalkan rumah dalam keadaan listrik dimatikan dan barang-barang yang dapat menimbulkan kebakaran untuk diamankan, kemudian meninggalkan rumah juga dititipkan atau disampaikan anggota setempat yang kami tugaskan," ucap Tito.

Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat terhadap kendaraan saar ditinggal mudik, Tito juga sudah memerintahkan beberapa Polsek dan Polres yang kita siapkan untuk tempat penitipan kendaraan.

"Kemudian pos pengamanan Stasiun, Terminal dan Pelabuhan serta pos-pos pengamanan disepanjang jalur seperti Tangerang dan bekasi ini kita siapkan, silahkan dimanfaatkan masyarakat untuk keamanan dan tempat beristirahat," ucap Tito.(ote)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved