Kamis, 9 April 2026

Lakukan Bedah Rumah, SMPN 246 Ingin Peduli Lingkungan

Selain mengurusi pendidikan, SMPN 246 ternyata juga sangat peduli lingkungan. 

Penulis: Junianto Hamonangan |
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Rumah Kuni (82), warga Jalan Jamin RT 02 RW 09?, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, ?kini telah direnovasi. Hal itu terlaksana setelah SMPN 246 melakukan bedah rumah agar menjadi lebih layak. 

WARTA KOTA, CIPAYUNG - Boleh jadi gebrakan SMPN 246‎ Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, belum diikuti sekolah lain.

Selain mengurusi pendidikan, SMPN 246 ternyata juga sangat peduli lingkungan. 

Salah satunya adalah melakukan bedah rumah warga miskin yang ada di sekitar sekolah.

Tidak tanggung-tanggung, tercata ada tiga rumah warga yang kondisinya tidak layak huni, dirombak total menjadi rumah sehat. 

Ketiga rumah tersebut masing-masing milik Kuni (82), warga RT 02/RW 09. Kemudian Vivi (45), warga RT 01/RW 09 serta Nurhasanah. Khusus rumah Nurhasanah, rencananya akan digarap usai Lebaran.

Kepala SMPN 246, Mohamad Samin menjelaskan bahwa program bedah rumah bisa berjalan seperti sekarang ini karena adanya kerjasama antara sekolah dan warga setempat.

Khusus untuk proses pengerjaan, hal itu dilakukan tanpa kenal henti agar bisa selesai dalam kurun waktu beberapa hari saja.

"Gagasan bedah rumah murni dari sekolah kami. Kami sengaja melakukan itu semua karena memiliki keinginan selain menangani pendidikan, kami juga ingin peduli lingkungan," ujarnya, Jumat (3/7).

Samin menambahkan pihaknya juga sengaja memunculkan program sosial berwawasan lingkungan, demi menumbuhkan jiwa warga sekitar untuk berbuat sosial dan menolong sesama. 

Khusus mengenai anggaran bedah rumah, hal itu merupakan dana swadaya dari seluruh unsur sekolah.

"Dananya ada dari kantong pribadi kepala sekolah, para guru serta bantuan warga atau wali murid," tambahnya. ‎

Sementara itu Lurah Lubang Buaya, Fathoni menjelaskan program bedah rumah seperti di atas akan terus dilanjutkan kedepannya.

Hal ini agar warga yang tidak mampu di wilayahnya bisa tinggal di rumah yang layak huni.

"Program bedah rumah kedepannya akan terus digalakkan dengan melibatkan stakeholder yang ada. Mulai dari yayasan, tokoh masyarakat hingga unsur-unsur yang lain," ujar Fathoni. Fathoni menambahkan bahwa saat ini total ada lima rumah warga yang mendapatkan program bedah rumah. Rinciannya adalah tiga rumah ditangani pihak sekolah sementara sisanya ditangani pihak kelurahan.  Khusus untuk dua rumah yang ditangani kelurahan, masing-masing milik Suharti (40) dan Suhani (50), warga RT 08/RW 01. Adapun anggaran rehabilitasi rumah mereka diambil dari bantuan Bazis dan PNPM Mandiri‎. ‎ 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved