Minggu, 10 Mei 2026

Puasa Ramadan 2015

Awas, Hati Kambing Bernanah Beredar di Bogor

Kalau hati yang mengandung nanah itu tak sengaja terkonsumsi, akan mengakibatkan diare dan keracunan, tergantung dari kandungan bakterinya

Tayang:
Penulis: |
klinikpelitasehat.com
Ilustrasi hati kambing 

WARTA KOTA, BOGOR - Petugas gabungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Pertanian Kota Bogor menemukan hati kambing yang bengkak dan  bernanah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Bogor, Kamis (2/7/2015) pagi.

Hati kambing yang mengandung nanah tersebut ditemukan saat petugas melakukan pengecekan di salah satu lapak penjual daging.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Bogor, Drh Wina mengatakan, nanah atau abses pada hati kambing ini diduga sudah ada sejak kambing belum disembelih.

"Hati kambing ini sudah membengkak. Saat kita periksa ternyata ada nanah di dalamnya," ujarnya.

Nanah pada hati kambing kata Wina, tidak terlalu banyak dan tidak menyebar ke bagian lain. Abses atau nanah tersebut bisa dibuang dan bagian hati yang tak mengandung nanah bisa tetap dikonsumsi.

"Kalau hati yang mengandung nanah itu tak sengaja terkonsumsi, akan mengakibatkan diare dan keracunan, tergantung dari kandungan bakterinya," katanya.

Hati kambing itu kemudian diamankan untuk selanjutnya dilakukan penelitian di laboratorium. Dia juga meminta kepada pedagang untuk lebih berhati-hati dalam menjual daging dagangannya.

Selain hati mengandung nanah, petugas juga menemukan daging tak layak konsumsi, yakni daging yang diambil dari leher ayam yang digiling dan dipadatkan atau lebih dikenal dengan istilah daging 'oncom'.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Bambang Budianto mengatakan, daging tersebut biasa digunakan untuk bahan pembuat bakso atau cilok.

"Jadi daging itu diambil dari leher ayam ke kepala. Paruhnya pun juga dimasukan dan kemudian digiling. Daging ini sebenanya kurang layak dan kami mengimbau kepada pedagang untuk tidak menjual daging oncom untuk bahan makanan," tuturnya.

Dalam razia kali ini, pihaknya tidak menemukan banyak daging berbahaya yang mengandung penyakit. Selain daging, petugas juga melakukan pengecekan terhadap beberapa bahan makanan seperti ikan laut, ikan asin, usus ayam, agar-agar dan kolang-kaling.

"Kita ingin Pasar tradisional di Kota Bogor ini jadi pilot project pusat penjualan makanan dan minuman yang sehat bebas dari bahan membahayakan," kata Bambang.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved