Home Credit Indonesia Asuransikan Gadget dengan Easy Cover

Home Credit Indonesia bersama Tec Protect, meluncurkan program asuransi untuk memproteksi barang yang dibeli pelanggan secara kredit.

istimewa
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SENEN-Perusahaan pembiayaan terkemuka di Eropa dan Asia, Home Credit Indonesia, bersama dengan perusahaan penyedia garansi, Tec Protect, meluncurkan program asuransi untuk memproteksi barang yang dibeli pelanggan secara kredit.

Adapun program proteksi tersebut dinamai Easy Cover, yang saat ini khusus untuk produk-produk elektronik berupa ponsel, tablet, hingga perangkat komputer jinjing. Proteksi yang diberikan oleh Tec Protect mencakup perlindungan dari kerusakan karena terkena cairan atau karena pemaikaian.

Hal ini dilakukan karena berdasarkan studi Square Trade, 48 persen terjadinya kerusakan perangkat selular 26 persen karena perangkat terlepas dari tangan seseorang, 15 persen karena jatuh dari pangkuan saat berdiri, 14 persen karena terendam dalam cairan, 10 persen karena cairan tumpah ke perangkat selular, dan 9 persen karena jatuh dari saku.

Sejauh ini, menurut Julian Wong, Group Chief Financial Officer Tec Protect, garansi perangkat hanya seputar kerusakan-kerusakan karena produk itu sendiri, bukan karena pemaikan. Karenanya, Tec Protect menawarkan proteksi tersebut.

"Melalui produk ini kami berharap dapat meningkatkan keamanan dan poteksi perangkat selular, tablet, laptop, yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan atau terkena cairan," ujarnya dalam peluncuran kerjasama antara Home Credit Indonesia dengan Tec Protect di Plaza Bapindo, Senayan, Jakarta, Rabu (17/2015) malam.

Jaroslav Gaisler, CEO PT Home Credit Indonesia, mengatakan, fitur Easy Cover merupakan fitur dimana pelanggan dapat mengklaim kerusakan akibat kecelakaan dan masalah air terhadap barang mereka selama dalam waktu pembiayaan. Setelah klaim diterima, barang tersebut akan diambil dari alamat rumah mereka, diperbaiki, atau diganti serta dikirimkan kembali kepada pemilik dalam waktu tujuh hari.

Nantinya, layanan proteksi ini akan tersedia untuk seluruh pelanggan yang membeli perangkat selular, tablet, dan laptop melalui 1000 mitra Home Credit Indonesia dan pelanggan akan dikenakan biaya tambahan dengan premi kecil atas cicilan bulanan pembiayaan mereka.

Home Credit Indonesia sendiri sebenarnya bukan perusahaan pembiayaan baru di Indonesia, perusahaan ini sudah ada di Indonesia sejak 2013 lalu dan saat ini telah melayani lebih dari 78.000 pelanggan, 981 titik penjualan, dengan jumlah karyawan sebanyak 1600 orang. Beberapa jenis produk yang bisa dibeli menggunakan pembiayaan Home Credit utamanya adalah ponsel, tablet, komputer, laptop, peralatan elektronik, hingga furniture.

Jaroslav mengungkap, mitranya saat ini di antaranya adalah Oke Shop, Global Teleshop, Hypermart, Electronic Solution, Pazia, dan lain-lain.

Ditanya mengenai target, Jaroslav menyebutkan, bisnis tidak selalu digambarkan dengan angka. "Kami melihat pertumbuhan tidak melulu mengenai kenaikan angka, tetapi selama dua tahun hadir di Indonesia, kami masih melakukan tes market dan memperkuat human resource," jelasnya.

Meski begitu, selama dua tahun berbisnis di Indonesia, nilai pembiayaan Home Credit Indonesia per bulan telah mencapai Rp 40-45 Miliar. Produk-produk yang paling banyak memberikan kontribusi adalah perangkat selular, yakni sekitar 85 persen, disusul dengan produk elektronik dan furniture.

Jaroslav menargetkan, hingga akhir tahun 2015, pembiayaan bisa mencapai total Rp 500-600 Miliar. Angka tersebut, diharapkan bisa tercapai seiiring dengan ekspansi yang dilakukan Home Credit ke kota-kota lain seperti di Pulau Jawa dan Sulawesi. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved