Puluhan Pohon Peneduh yang baru Ditanam di Gambir Meranggas
Pohon peneduh yang baru ditanam di kawasan Gambir meranggas dan mati.
WARTAKOTA, GAMBIR-Kering dan mati, seperti itulah kondisi pohon peneduh di sepanjang Jalan inspeksi Pos Duri, Kelurahan Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2015). Puluhan pohon yang ditanam sebagai pembatas di pinggiran kali untuk mencegah kembali berdirinya bangunan liar kini meranggas tidak lama setelah ditanam beberapa waktu lalu.
Pengamatan Warta Kota di lokasi, Selasa (30/6/2015) menunjukkan, puluhan pohon yang berjejer rapi dan ditopang bambu itu terlihat mengering. Daunnya berwarna kecoklatan dan mulai berguguran.
Lurah Duri Pulo Nur Komariyah mengatakan, kondisi pohon-pohon yang baru ditanam itu tidak umum terjadi. Pohon sengon setinggi tiga meter tersebut ditanam petugas Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat pasca penertiban bangunan liar di sepanjang Kali Inspeksi Ciliwung pada awal bulan Mei 2015 lalu.
Namun entah mengapa puluhan pohon yang ditanam terlihat mengering dan mati, daun-daun terlihat coklat mengering, sedangkan batang dan pucuk cabang terlihat layu. Padahal, lanjutnya, pihaknya rutin menyiram pohon setiap sore hari.
"Ditanamnya belum lama, pada saat pencanangan HUT DKI Jakarta bulan Mei lalu. Jadi selain sebagai pembatas untuk mencegah kembali berdirinya bangunan liar, pohon juga berfungsi sebagai media penghijauan," ungkapnya kepada Warta Kota.
Atas hal tersebut, diakuinya kalau pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk penggantian seluruh pohon mati tersebut. Hanya saja, dirinya secara langsung akan menyampaikan laporan dan permintaan penanaman pohon kembali kepada Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat.
Sementara itu, Didi (45) warga setempat meminta kepada Pemkot Jakarta Pusat untuk kembali melakukan penanaman pohon. Sebab, menurutnya, keberadaan pohon tersebut sangat penting, khususnya ditengah musim kemarau yang terjadi pada pertengahan tahun 2015 ini.
"Kalau saya, sebagai warga setempat ya maunya supaya ditanam pohon lagi di lokasi. Karena sekarang ini kan musim kemarau, panas sekali, apalagi pinggir kali itu anak-anak sering main, kasian kan kalau nggak ada pohon, belum debunya juga makin banyak, bisa jadi penyakit," ungkapnya.
Ditemui terpisah, Kasudin Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat, Themy Kenda Putra mengatakan, penyebab mati dan tidak berkembangnya puluhan pohon tersebut dikarenakan kondisi tanah yang kurang baik. Sebab, diketahui media tanam pohon berupa lapisan puing bangunan pada bagian dasar serta sedimen kali pada bagian atasnya.
"Penyebab utama adalah media tanamnya, karena bagian bawah merupakan puing dan sedimen kali. Jadi pohon tidak berkembang dan justru mati," ungkapnya kepada Warta Kota.
"Kami akan lakukan peninjauan, rencananya lokasi akan ditanami kembali. Tetapi sebelumnya akan diganti media tanamnya terlebih dahulu," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pohon-sengon-meranggas_20150630_205941.jpg)