Mudik Lebaran

Pemudik Motor Kembali Diatur Lewat Jalan Kabupaten

Guna menghindari kecelakaan dan kepadatan lalu lintas pada mudik 2015, pemerintah berencana memisah jalur kendaraan roda dua dengan roda empat.

Pemudik Motor Kembali Diatur Lewat Jalan Kabupaten
Kompas/Heru Sri Kumoro
Suasana mudik roda dua dan roda empat jelang Lebaran 2013. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Guna menghindari kecelakaan dan kepadatan lalu lintas pada mudik 2015, pemerintah berencana memisah jalur kendaraan roda dua dengan roda empat.

Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen Pu-Pera) Hediyanto W Husaini, menyebutkan seperi tahun lalu, motor akan dialihkan melalui jalan kabupaten dan jalan milik pemerintah provinsi/ pemerintah daerah.

"Memisahkan arus mudik sepeda motor dan mobil ini diharapkan tingkat kecelakaan bisa menurun dibandingkan dengan tahun lalu," ujarnya dalam rapat koordinasi persiapan pelaksanaan angkutan lebaran terpadu 2015 di Gedung Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (30/6) siang.

Hediyanto menyebutkan, kepadatan mudik paling parah terjadi jalur di Jawa Barat.

Menurutnya, hal ini karena Jawa Barat merupakan satu-satunya yang belum memiliki jalan tengah.

Ia menuturkan, adanya tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sepanjang 116,75 Km diperkirakan bakal sangat menolong mengurai kepadatan arus mudik.

Ia mengatakan, kemacetan akan terjadi terutama di Ujung Pejagan yang menimbulkan penumpukan pemudik.

"Lokasi itu merupakan ruas titik tol menuju Brebes Timur. Untuk mengutangi penumpukan kendaraan, kami menyiapkan ruas jalur alternatif dari Pejagan ke Pemalang sepanjang 20 Km, tetapi masih berupa kerikil diselingi aspal untuk mengurangi debu," katanya.

Sementara itu, guna mengatasi perlintasan sebidang yang membuat kemaceran, pihaknya bersama PT KAI telah melakukan perbaikan. Di antaranya perlintasan KA di dekat Kertosono.

Sedangkan kerawanan, menurut Hediyanto selain terjadi di titik temu, juga akan terjadi di daerah-daerah yang berbatasan dengan perlintasan KA seperti Sumpiuh. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved