Waduh, 6 Bulan Warga Kalideres Kesulitan Air Bersih

Warga sudah melaporkan masalah ini ke pihak Palyja. Namun sayangnya Palyja hanya menjawab akan segera ada perbaikan tanpa terealisasi

Waduh, 6 Bulan Warga Kalideres Kesulitan Air Bersih
Tribunnews.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, KALIDERES - Warga di Jalan Bulak Teko, Kalideres, Jakarta Barat berteriak. Mereka mengeluhkan soal kurangnya pasokan air bersih dari Palyja

"Sudah 6 bulan masyarakat di sini kesulitan air," ujar Pardi (34) warga setempat pada Senin (29/6/2015). 

Para warga mengaku sudah melaporkan masalah ini ke pihak Palyja. Namun sayangnya Palyja hanya menjawab akan segera ada perbaikan tanpa terealisasi hingga saat ini. 

"Air macet enggak jalan. Selama 6 bulan saya beli air pikulan," ucap Pardi. 

Pardi menuturkan dalam sehari dirinya membeli 10 pikul air untuk kebutuhan keluarganya. Harga 1 pukul air sebesar Rp. 6.000. 

"Selama sehari bisa habis Rp. 60.000 buat beli air pikulan. Tiap bulan walau air enggak jalan, saya tetap bayar Rp. 85.000," katanya. 

Sulastri (41) satu dari warga sekitar berharap agar masalah kesulitan air tersebut segera terselesaikan. "Sampai kapan begini terus, sudah 6 bulan begini terus air enggak jalan. Saya minta air mulu sama orang, enggak mau terus - terusan begini," ungkap Sulastri. 

Kepala Divisi Corporate Communication dan Social Responsibility Palyja, Meyritha Maryanie menjelaskan masalah ini imbas dari penurunan supply bahan baku air dari Cikokol, Tangerang. "Tahun lalu sekitar 85 sampai 90 lps kini hanya berkisar di angka 70-an lps. Sangat menurut," kata Meyritha kepada Warta Kota pada Senin (29/6/2015). 

Ia menambahkan masalah ini hampir sama dengan apa yang dialami warga Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Daerah tersebut juga supply airnya dari Cikokol. 

Banyak pelanggan yang langsung menyedot pakai pompa sehingga memengaruhi supply pelanggan lain dan juga kualitas air. "Kami kirimkan truk tanki dari Palyja. Kami juga sedang mengupayakan solusi terbaik ke wilayah - wilayaj tersebut," pungkasnya. (Andika Panduwinata) 

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved