Breaking News:

Mahasiswa Tewas di Danau UI

Polisi Curigai ‎Saksi Kasus Pembunuhan Akseyna

Polisi menemukan kejanggalan-kejanggalan dalam keterangan para saksi di kasus pembunuhan Akseyna Ahad Dori (18).

depoklik.com
Akseyna Ahad Dori. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Polisi menemukan kejanggalan-kejanggalan dalam keterangan para saksi di kasus pembunuhan Akseyna Ahad Dori (18). Sampai saat ini Polisi sudah memeriksa 29 saksi. Saksi kunci dan sebagian besar saksi adalah rekan dekat Akseyna dan teman se-angkatannya di Progdi Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (28/6/2015).

Menurut Krishna, ada ketidaksesuaian keterangan sejumlah saksi yang dinilai tidak kooperatif. Hal ini pun menjadi pertanyaan pihak kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan para saksi yang kemudian dibahas dalam gelar perkara, polisi menemukan alur kronologi. Namun, ada beberapa alur kronologi yang dirasakan janggal dari beberapa keterangan saksi yang ada.

Menurut Krishna, kejanggalan itu terjadi karena beberapa saksi tak konsisten dalam menjawab. Terutama terkait dengan alibi mereka.

"Beberapa saksi di antaranya memberikan keterangan yang berubah-ubah, terutama soal waktu," kata Krishna.

Makanya, ucap Krishna, pihaknya akan memeriksa saksi yang keterangannya cenderung berubah-ubah.

Menurut Krishna, saksi yang keterangannya cenderung tak konsisten dan kelihatan menutupi sesuatu pada akhirnya menimbulkan kecurigaan penyidik. Sebab terlihat saksi berusaha berbohong.

Sebab, menurut Krishna, kecenderungan berbohong merupakan prilaku seorang tersangka dan hak tersangka. Namun apabila statusnya saksi, maka cenderung tanpa beban dan bicara apa ada. Dan biasanya selalu konsisten, karena tak ada usaha untuk berbohong.

Untuk itu, kata Krishna pihaknya akan menggali lagi keterangan saksi yang diniilai ganjil dan tidak sinkron dengan alur kronologi yang ada.

"Kita akan coba gali keterangan yang dia berikan itu apakah karena lupa atau apa," kata Krishna.

Akseyna ditemukan tewas mengambang di Danau Kenangan UI pada Kamis (26/3/2015). Kematian Akseyna awalnya membingungkan Polisi. Sebab ada dua fakta yang bisa disimpulkan Akseyna bunuh diri ataupun dibunuh.

Tapi kemudian Polisi memilih menyimpulkan Akseyna dibunuh. Namun, sampai kini, tiga bulan usai penemuan jenazah Akseyna, Polisi belum bisa menunjuk tersangka pembunuhan tersebut.‎

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved