Kaum Pemalak Modus Pengemis Dibekuk P3S Jakarta Pusat

Penangkapan itu dilakukan oleh Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudin Sosial Jakarta Pusat.

Dwi Rizki

WARTA KOTA, JOHAR BARU -- Walau bulan Suci Ramadan masih berlangsung, namun aksi kejahatan masih ditemui di wilayah Jakarta Pusat. Mirisnya, hal tersebut justru dilakukan oleh pengemis bermodus cacat fisik di Jalan Salemba, tepatnya sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Jumat (27/6) malam.

Penangkapan itu dilakukan oleh Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudin Sosial Jakarta Pusat itu diungkapkan oleh Kasudin Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati bermula dari laporan masyarakat terkait adanya pemalakan yang dilakukan pengemis lewat facebook resmi milik Dinas Sosial DKI Jakarta.

'Pak tolong donk adain razia sesudah adzan magrib di salemba ui ada pengemis tangan nya pura pura buntung minta minta nya maksa tolong di aman kan' tulis bunda Evi Apriliani pada Jumat (26/6/2015) sore.

Mendapatkan laporan tersebut, pihaknya pun segera bergerak menuju lokasi yang dilaporkan. Benar saja, usai dilakukan pengamatan beberapa saat, seorang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) berinisial M (55) diketahui mengemis dengan modus tangan putus dan memaksa para pejalan kaki yang melintas.

"Menurut penuturannya, sekarang susah ngemis karena orang jarang ngasih uang. Makanya dia memaksa pengguna jalan untuk meminta uang. Kalau tidak dipaksa, jarang ada yang ngasih. Untuk menarik warga yang lewat M dalam aksinya melipat tangannya ke belakang jadi seolah-oleh buntung, sehingga orang kasian supaya memberi uang," jelasnya.

Namun lanjutnya, apabila dicermati lebih dekat, modus M sebenarnya mudah diketahui karena tampak tangannya dilipat ke belakang. Karena itu, dihimbau warga jakarta jangan terkecoh dengan berbagai modus pengemis serta alasan dalam menjalankan aksinya, seperti bayar kontrakan, makan, dan biaya anak dan istrinya.

"Semakin kita tidak memberi maka PMKS jalanan tidak marak lagi. Hal ini juga mendidik mereka agar tidak selalu menengadahkan tangannya terus. Mencari uang haruslah dengan cara-cara yang halal dan tidak menggaggu orang lain. Mereka sudah diamankan dan akan direhabilitasi di PSBI (Panti Sosial Bina Insan-red) Cikarang, Jakarta Timur," tutupnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved