Fahira Idris Bikin Sensasi, GazaInJakarta Hanya Rekayasa

Melalui akun Twitter miliknya, Fahira Idris berkicau gambar-gambar lingkungan di sekitar masjid Al Futuwwah.

Bintang Pradewo
di Jalan H Thalib, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Foto anak perempuan di samping tembok beton dengan beling serta anak laki-laki yang sedang membaca Al-Quran membuat heboh dunia maya.
Hal ini sontak menuai beberapa respon di media sosial termasuk melalui akun Twitter miliknya, Fahira berkicau gambar-gambar lingkungan di sekitar masjid Al Futuwwah yang dibangun tembok dan dipasangi kawat berduri dan beling.
Dalam gambar, terdapat seorang anak perempuan yang menatap sedih tembok berkawat duri.

Kicauan Fahira sempat mengundang berbagai respons netizen, dari ungkapan iba hingga kecaman, tetapi ada pula yang menyangsikan dan menganggap kicauan tersebut merupakan bentuk provokasi. Belakangan, terungkap bahwa gambar-gambar tersebut hanyalah rekayasa belaka.

Kicauan Fahira Idris sempat mengundang berbagai respons netizen, dari ungkapan iba hingga kecaman, tapi ada pula yang menyangsikan dan menganggap kicauan tersebut merupakan bentuk provokasi. Belakangan, terungkap bahwa gambar-gambar tersebut hanyalah rekayasa belaka.

"Itu warga saya, sudah saya cek dan pastikan, mereka disuruh dan dibayar. Faktanya tidak ada yang seperti itu," kata dia, Jumat (26/6/2015).

Menurut Ichsan, Fahira sendiri mengaku, dia belum pernah mengunjungi lokasi masjid Al Futuwwah. Ia hanya mendapatkan informasi kemudian menelannya mentah-mentah dan diramu dalam sebuah rentetan kicauan yang kerap dikenal dengan istilah kultwit.

Dampaknya, banyak netizen salah kaprah dan mengaitkan masalah ini ke hal-hal yang berbau SARA.

Ichwan pun sempat dibuat pusing tujuh keliling karena disalahkan sebagai pihak yang dituduh menutup akses menuju masjid.

"Kami sudah beri jalan akses selebar 1,5 meter dari total 5,7 meter, sehingga warga tidak perlu harus lompat tembok," ujarnya.

Permasalahan warga harus melompat pagar adalah karena jalan menuju masjid yang posisinya berada di belakang ditutup oleh seorang warga bernama Mates.

Supaya tidak ada yang melompat, Mates pun memasang pecahan kaca dan kawat berduri di sana.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved