Dijanjikan 2 Tahun Lagi Pelayanan Bandara Soetta sama dengan Bandara Changi
Ia membenarkan, hasil aduan yang telah diterimanya cocok dengan yang dialami di lapangan.
WARTA KOTA, GAMBIR - Mendapat banyak aduan permasalahan konsumen atas layanan bandara dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Direktur Utama Angkasa Pura II, Budi Karya, berjanji pelayanan bandara Soekarno Hatta akan sama dengan bandara Singapura, Changi.
Budi mengatakan, pihaknya menargetkan bandara Soetta bisa menjadi bandara nomor dua terbaik di antara negera ASEAN.
Menurutnya, jika berbicara mengenai target-target utamanya bicara tentang uang. Tetapi ada target layanan yang perlu disempurnakan.
Ia membenarkan, hasil aduan yang telah diterimanya cocok dengan yang dialami di lapangan. "Ini (orang yang mengadu) bukan orang yang memiliki tendensi tertentu tetapi konsumen. Konsumen yang kita layani. Karenanya kami akan lakukan perbaikan," ujar Budi dalam acara Forum Dialog Konsumen 'Saatnya Konsumen Bicara untuk Bandara yang Lebih Baik', di Jakarta, Jumat (26/6/2015) sore.
Budi menyampaikan, AP II mengelola 13 bandara. Dari 13 bandara tersebut, pihaknya sedang membangun 5 bandara yakni Soekarno Hatta Jakarta, Jambi, Pontianak, Pangkal Pinang, dan Bandung.
Sementara, bandara-bandara yang sudah selesai dibangun di antaranya adalah Palembang, Pekanbaru, Kualanamu Medan, dan Padang.
Ia mengatakan, dengan dibangunnya bandara-bandara tersebut, selain dari tujuan finansial, ada tujuan lain yang hendak dicapai, yakni meningkatkan level pelayanan.
"Sekarang kami sudah memiliki bandara yang mendapatkan bintang 4, ke depan dengan pembangunan bandara tersebut kami akan mendapatkan tiga atau empat bandara dengan bintang 5. Sehingga apa yang dikomplain akan berkurang," ujarnya.
Budi juga menjelaskan ilustrasi bandara Soetta yang saat ini luasannya masih 300.000 Ha. Ia menargetkan, dengan pembangunan, maka sekitar dua tahun lagi, luasnya bisa mencapai 700.000 Ha, atau lebih dari dua kali lipat dibanding saat ini.
Budi tidak memungkiri bahwa di Soetta, jumlah penumpang sudah melebihi kapasitas. Jumlah luasan parkir pun sangat kurang dari kapasitas, di mana, kapasitasnya hanya 1200 mobil dan 1200 motor. "Pada 2016 akhir dibuat parkir dengan kapasitas lebih dari dua kali lipat," katanya.
Sementara itu, dirinya juga menyebut sedang membangun terminal 3 dengan kapasitas 25 juta penumpang. Ia menargetkan pembangunan bisa selesai dalam dua tahap. Tahap pertama, pada pertengahan 2016 dan tahap kedua, pada akhir 2016.
"Tahap kedua kami targetkan bersamaan dengan selesainya pembangunan kereta api Manggarai-Tangerang dan kereta yang menghubungkan terminal," jelasnya.
Budi menyebut, revitalisasi yang dilakukan tidak akan menghilangkan unsur Indonesia yang terdapat di bandara Soetta saat ini.
Sebelumnya, YLKI menyebutkan menerima 245 pengaduan atas layanan bandara. Di antara aduan tersebut adalah permasalahan transportasi umum seperti ditemukannya taksi gelap, taksi tidak berargo, masalah perparkiran seperti antrean panjang, parkir liar, hingga biaya parkir yang mahal.
Selain itu, YLKI juga mencatata ada permasalahan lain seperti kurangnya fasilitas troli, asap rokok, akses toilet yang kurang bersih, petugas yang tidak responsif, serta calo tiket. (Agustin Setyo Wardani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150626-bandara-soetta_20150626_224749.jpg)