Waspada, Bulan Ramadan Kasus Kebakaran Kerap Meningkat

Penyebab kebakaran pun, masih didominasi karena korsleting listrik.

Waspada, Bulan Ramadan Kasus Kebakaran Kerap Meningkat
Tribunnews.com
Ilustrasi 
WARTA KOTA, BALAIKOTA -Kasus kebakaran di Jakarta, pada saat Ramadan kerap meningkat. Menurut Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, jumlah kebakaran melonjak hingga lima persen.
Penyebab kebakaran pun, masih didominasi karena korsleting listrik.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat, Abdul Chair, mengatakan, bahwa saat ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk menekan angka kebakaran saat Ramadan.
"Seperti pada tahun lalu, pada masa Ramadan, 28 Juni 2014 sampai 27 Juli 2014, terdapat 83 kasus kebakaran," kata Abdul Chair, saat dihubungi Warta Kota, Rabu (24/6/2015).
Jumlah tersebut, melonjak dari bulan-bulan sebelumnya, yang hanya mencapai 70 kasus setiap bulan. 
Meskipun, dibandingkan, pada kasus kebakaran di bulan Ramadan pada tahun sebelumnya, jumlahnya lebih banyak. 
Yaitu 86 kasus pada tahun 2013, 139 kasus tahun 2012, kemudian, pada tahun 2011 mencapai 141 kasus.
"Penyebab kebakarannya rata-rata setiap tahun, masih didominasi dengan korsleting listrik," katanya.
Seperti pada tahun lalu, dari 83 kasus, penyebab karena korsleting listrik mencapai 60 kasus, kompor sebanyak 6 kasus dan lainnya 17 kasus.
"Kenapa setiap bulan puasa kasus kebakaran meningkat? Karena umumnya warga kerap menggunakan listrik lebih lama dari hari-hari biasanya, seperti saat sahur, penggunaan listrik, lebih banyak," katanya.
Sementara instalasi listrik warga, masih banyak yang menyalahi penggunaan. Seperti pada stop kontak listrik yang digunakan menumpuk berbagai peralatan elektronik.
"Beban stop kontak listrik menjadi lebih banyak dan tidak menampung, sehingga menyebabkan korsleting listrik," katanya.
Selain itu, penyebab terbanyak kedua yaitu karena kompor. Dimana, banyak warga, kerap lupa mematikan saat usai memasak sahur. 
"Saat ini terus lakukan sosialisasi pencegahan kebakaran, kepada warga, melalui petugas Dinas maupun petugas Balakar (Barisan Relawan Kebakaran), ke pemukiman warga," katanya. 
Kasus Kebakaran Saat Ramadan
2014
83 Kasus 
Kerugian Rp 16 Miliar
Luka-Luka 5 Orang
Meninggal 4 Orang
2013 
86 Kasus 
Kerugian Rp 15 Miliar
Luka-Luka 5 Orang
Meninggal 1 Orang
2012 
139 Kasus 
Kerugian Rp 26 Miliar
Luka-Luka 5 Orang
Meninggal 2 Orang
Perbandingan Jumlah Kebakaran Per Januari-Mei 2015 dan 2014
2015
*Jumlah Kebakaran 434 Kasus
*Wilayah terbanyak 101 Kejadian (Jakarta Selatan)
*Penyebab Terbanyak, Listrik 73 Persen
*Kerugian Rp 147 Miliar
*Jumlah Obyek Perumahan Terbakar
165 Kejadian
*Luas Area terbakar 65.696 Meter
*Korban Jiwa 7 Orang
*Korban Luka 33 Orang
*Jumlah KK Kehilangan Tempat Tinggal 1.496 KK
*Jumlah Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal 6.668 Jiwa
2014 
*Jumlah Kebakaran 354 Kasus
*Wilayah terbanyak 105 Kejadian (Jakarta Barat)
*Penyebab Terbanyak, Listrik 73 Persen
*Kerugian Rp 162 Miliar
*Jumlah Obyek Perumahan Terbakar
142 Kejadian
*Luas Area terbakar 66.738 Meter
*Korban Jiwa 4 Orang
*Korban Luka 25 Orang
*Jumlah KK Kehilangan Tempat Tinggal 749 KK
*Jumlah Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal 2.423 Jiwa
Tags
kebakaran
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved