Sepak Bola

Ini Alasan Chile Cemaskan Pemain-pemain Uruguay

Chile melatih pertahanan mereka untuk situasi bola-bola mati menjelang pertandingan perempat final Piala Amerika, Rabu, melawan Uruguay.

Ini Alasan Chile Cemaskan Pemain-pemain Uruguay
Warta Kota/AFP
Ilustrasi : Pemain Uruguay merayakan kesuksesannya lolos ke putaran final Piala Dunia 2014 di Brasil. 

WARTA KOTA, SANTIAGO - Chile melatih pertahanan mereka untuk situasi bola-bola mati menjelang pertandingan perempat final Piala Amerika yang dilangsungkan pada Rabu melawan Uruguay -- pertandingan yang mempertemukan tim berisi pemain-pemain terpendek di turnamen melawan para pemain tertinggi di ajang ini.

Para pemain Chile, secara rata-rata, memiliki tinggi 1,76 meter. Pada Piala Dunia tahun lalu, mereka merupakan tim terpendek di kompetisi itu, dan dua bek tengah mereka Gonzalo Jara dan Gary Medel hanya bertinggi badan 1,78 meter dan 1,72 meter.

Kontras dengan tim Uruguay yang rata-rata memiliki tinggi badan 1,80 meter, dan memiliki beberapa pemain bertubuh tinggi di tim mereka.

Dengan tinggi badan 1,96 meter, bek Sebastian Coates merupakan salah satu pemain tertinggi di kompetisi ini, sedangkan rekannya sesama bek tengah Diego Godin memiliki tinggi badan 1,86 meter.

Penyerang andalan Uruguay Edinson Cavani memiliki tinggi badan 1,84 meter.

"Itu merupakan titik terkuat Uruguay," kata gelandang Chile Charles Aranguiz pada akhir pekan ketika ia sudah mengetahui lawannya di perempat final.

"Mereka memiliki pemain-pemain besar yang dapat memaksimalkan bola-bola mati."

"Bukan rahasia besar bahwa Uruguay dapat mencetak gol ke gawang Anda dari bola mati. Kami akan harus berkonsentrasi dan sangat determinan saat melakukan penjagaan."

Marcelo Diaz, yang memiliki tinggi badan 1,66 meter merupakan pemain terpendek di tim Chile, mengatakan mereka akan perlu menahan bola tetap berada di permukaan lapangan dan berkonsentrasi pada permainan operan cepat mereka sendiri.

"Peluang terbesar kami untuk mengalahkan mereka adalah dengan bola, memainkan sepak bola kami sendiri," ucapnya.

"Kami telah bekerja mengenai bagaimana untuk membongkar pertahanan yang sangat rapat dan melakukan hanya sedikit kesalahan."

Uruguay dan Chile merupakan dua tim pionir di sepak bola Amerika Selatan, di mana mereka membantu peluncuran Piala Amerika pada 1916.

Namun ketika Uruguay telah menjadi juara sebanyak 15 kali, Chile belum pernah menjuarainya. Dari 28 pertemuan mereka di Piala Amerika, Uruguay menang 18 kali dan Chile menang enam kali.

Untuk ketiga kalinya secara beruntun di Piala Amerika, Uruguay berupaya untuk menyingkirkan tuan rumah dari kompetisi ini di perempat final.

Mereka mengalahkan Venezuela di delapan besar pada 2007, dan Argentina pada 2011. (Antara/Reuters)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved