26.000 Guru di Indonesia Akan Pensiun Tahun ini
Sebanyak 10.000 guru adalah lulusan Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) dan pendidikan profesi guru (PPG) dan sisanya berasal dari non-LPTK.
SENAYAN, WARTA KOTA- Sebanyak 26.000 guru di Indonesia akan pensiun akhir tahun ini.
Jumlah itu, kata Kepala Seksi Penyusunan Program Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Pendidikan Dasar Kemendikbud Tagor Alamsyah Harahap, terbanyak tersebar di provinsi Jawa Barat.
Ia menjelaskan, dari jumlah itu 10.000 guru adalah lulusan Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) dan pendidikan profesi guru (PPG) dan sisanya berasal dari non-LPTK.
Tagor mengatakan, meski sebanyak 26.000 orang guru akan pensiun tahun ini, Indonesia tidak akan kekurangan jumlah guru.
"Guru itu jumlahnya banyak tersebar di banyak tempat tetapi kalau yang mendapatkan pendidikan dari program pendidikan guru (PPG) memang jumlahnya masih sedikit," kata Tagor.
Ia menjelaskan, bagi guru-guru lulusan non-LPTK yang belum mendapatkan pengajaran pendidikan dapat mengikuti PPG sendiri. Pasalnya menurut Tagor di tahun ini, seluruh guru sudah harus memenuhi kualifikasi S1-PPG.
Sementara itu, Kemendikbud juga akan meminta kepada pemprov dan pemda untuk menentukan pola rekrutmen bagi guru swasta.
"Pola rekrutmen guru swasta harus mengikuti UU, yang direkrut harus S1 PGG, karena kalau tidak kami akan habis waktu meng-S1 kan mereka," katanya.
Saat ini, menurut Tagor, guru untuk jenjang SD masih kurang. "Yang banyak itu guru mata pelajaran, malah kelebihan," ujarnya. (Agustin Setyo Wardhani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/guru-mengajar_20150624_175505.jpg)