Transportasi Jakarta

Transjakarta Kecelakaan Lagi, Ahok Salahkan Pendahulunya

Bus Transjakarta kembali terlibat kecelakaan dengan sebuah sepeda motor di Plumpang, Jakarta Utara.

Penulis: | Editor: Suprapto
Wartakotalive.com/Bintang Pradewo
Bus Transjakarta B 7500 IX yang menabrak sepeda motor dan mobil di perempatan Mampang Prapatan, rusak di bagian depan. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Bus Transjakarta kembali terlibat kecelakaan dengan sebuah sepeda motor di Plumpang, Jakarta Utara. Menyikapi hal tersebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menganggap bila kecelakaan terjadi akibat adanya kesalahan dimasa lalu.

"Saya bilang masalah kecelakaan pasti akan terjadi kesalahan. Sopirnya tidak profesional, perjanjian kontrak lama itu tidak kejam. Saya bilang dulu kontrak itu penuh permainan," kata pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota, Selasa (23/6/2015).

Dikatakan dia, bentuk permainan tidak hanya meliputi kontrak dengan para sopirnya melainkan sampai pada sasis bus TransJakarta yang sengaja di desain khusus sehingga sulit mencari sasis yang cocok.

"TransJakarta nyontek dari Bogota, kenapa tidak nyontek sampai bus-busnya? Tinggal beli. Ngapain TransJakarta dirancang aneh-aneh, spek mesti tinggi supaya tidak kena banjir. Pas banjir emang mereka jalan? tidak juga, kalau mau khusus ya dirancang amfibi sekalian," ungkapnya.

Melihat hal tersebut, mantan Bupati Belitung Timur ini mensinyalir permainan tersebut sengaja dilakukan supaya bisa menggerogoti uang APBD kemudian main mata dengan perusahaan bus asal Tiongkok.

"Tiap lelang (perusahaan) yang lain tidak keburu karena dia sudah siapkan. Jadi tiap kali lelang yang menang China. Begitu kita pakai e-katalog LKPP perusahaan bikinnya juga masih mahal karena sasinya tidak bisa mereka jual ke yang lain," ungkapnya.

Kedepan supaya meminimalisir kecelakaan bus TransJakarta, Ahok akan bersikap kejam dengan menyingkirkan sopir-sopir yang dianggap tidak layak membawa armada bus TransJakarta. Termasuk operator-operator bus yang dianggap tidak profesional mengelolanya.

"Operator harus hidup, macam-macam kita singkirkan. Sopir macam-macam juga kita singkirin. Sopir mesti diperbaiki nih Rp 2 juta sampai Rp 3,5 juta UMP. Kita harus membuat sopir yang baik mau kerja yang jelek singkirkan saja," jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved