Pengedar Uang Palsu di Bekasi Sarjana TI

mereka nekat melakukan hal ini karena desakan ekonomi.

Pengedar Uang Palsu di Bekasi Sarjana TI
Wartakotalive.com/Dwi Rizki
Ilustrasi. Uang palsu pecahan Rp 100.000. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Kepala Unit Keamanan Negara (Kamneg) dari Satuan Reserse Kriminal Polres Bekasi Kota, Ajun Komisaris Bambang menambahkan, Hengky (42) dan Herman (37), pelaku pencetak dan penjual uang palsu biasanya memroduksi bila ada pesanan dari orang yang dikenalnya melalui iklan. Menurut Bambang, para pelaku dengan pembeli tidak saling kenal, karena pemesanan melalui iklan di internet.

Lebih detil Bambang menjelaskan, dalam operasinya pelaku me-scan uang asli pecahan Rp 100.000 menggunakan alat scan merk Canon type 110. Setelah selesai di-scan lalu dirubah atau diedit melalui perangkat lunak (soft ware) photoshop menggunakan sebuah komputer rakitan.

Setelah di print di mesin print merk Canon warna type IP 2770 kemudian dipotong-potong dengan menggunakan pisau cutter sesuai ukuran pecahan uang seratus ribu.

Bambang mengatakan, mereka nekat melakukan hal ini karena desakan ekonomi. Mereka yang merupakan sarjana Teknologi Informasi (TI) ini telah menganggur sejak lama karena habis kontrak. Karena bingung tak memiliki pekerjaan, mereka lalu bekerjasama mencetak dan mengedarkan uang palsu

"Mereka itu lulusan Ilmu Komputer dari kampus swasta," kata Bambang di Mapolres Bekasi Kota pada Selasa (23/6).

Akibat perbuatannya, mereka dijerat Pasal 34 ayat 1, Pasal 24 ayat 1 dan 2 UU RI No 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved