PPDB DKI Jakarta

Lulusan Paket B Tak Bisa Ikut PPDB SMA Jakarta

Lulusan paket kesetaraan Paket B terancam tidak bisa melanjutkan studi ke SMA negeri lantaran terlambat mengikuti tahap prapendaftaran.

Lulusan Paket B Tak Bisa Ikut PPDB SMA Jakarta
Warta Kota/Alex Suban
ILUSTRASI - Tim Verifikator memeriksa berkas calon siswa baru dalam program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 115, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2013). 

WARTA KOTA, PALMERAH— Lulusan paket kesetaraan Paket B terancam tidak bisa melanjutkan studi ke SMA negeri lantaran terlambat mengikuti tahap prapendaftaran.

Prapendaftaran di DKI Jakarta adalah tahap yang harus dilalui bagi mereka lulusan sekolah di luar Jakarta, lulusan sebelum tahun 2015, dan juga lulusan program kesetaraan agar bisa bersekolah di sekolah negeri di DKI Jakarta.

Pada intinya, prapendaftaran adalah memasukkan data siswa-siswa tersebut ke data pokok pendidikan DKI Jakarta agar datanya terbaca sistem dan bisa mengikuti penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta. Adapun jadwalnya, dilakukan tanggal 15-17 Juni 2015 di beberapa sekolah yang ditunjuk di masing-masing wilayah.

Namun, sayangnya, Yuliana, orangtua lulusan paket kesetaraan (Paket B) di salah satu pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di Cempaka Putih Jakarta Pusat tidak mengetahui informasi prapendaftaran. Hal ini membuat dirinya ketinggalan ikut prapendaftaran dan terancam gagal memasukkan putranya ke sekolah negeri di Jakarta.

"Saya sudah beberapa kali memantau, menanyakan ke PKBM anak saya baik datang langsung maupun melalui pesan singkat, itu informasi saya cari dari tanggal 10 Juni, tetapi pihak PKBM mengatakan untuk langsung mengikuti PPDB yang dimulai tanggal 19 Juni 2015," kata Yuliana dihubungi Wartakotalive.com, Selasa (23/6/2015) siang.

Tidak cukup di situ, Yuliana juga menyempatkan diri melihat spanduk mengenai PPDB di salah satu sekolah negeri. Namun, yang dilihatnya, prapendaftaran hanya untuk siswa lulusan luar Jakarta dan lulusan tahun lalu. "Informasi yang jelas bahwa paket B harus prapendaftaran itu nggak ada," katanya. (Agustin Setyo Wardani)

Begitu tanggal 19 Juni dia datang ke SMAN 1 Jakarta dan SMAN 30 Jakarta untuk mendaftarkan PPDB anaknya, ternyata tidak bisa.

"Kata panitianya, anak saya nggak bisa daftar karena lulusan PKBM. Harus mengikuti prapendaftaran dulu, tetapi sudah terlambat. Saya mengupayakan dengan datang ke PKBM meminta bantuan," ujarnya.

Tetapi PKBM tidak bisa memberikan bantuan karena masa prapendaftaran sudah terlewat. Yuliana mengaku, dirinya juga sempat mendatangi kantor Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat yang terletak di Cempaka Putih.

"Kata petugasnya juga tidak bisa karena sudah terlewat. Dia malah bilang biasanya lulusan paket nggak langsung melanjutkan sekolah, tetapi melanjutkan di tahun depan," kata Yuliana.

Saat ini, Yuliana tidak bisa mengusahakan apa-apa selain berharap agar anaknya masih memiliki kesempatan mendaftarkan diri ke sekolah negeri. "Anak saya ini korban ketidaksiapan, karena PKBM-nya juga tidak menginformasikan, sepertinya dia juga tidak tahu," jelasnya.

Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved