Puasa Ramadan 2015

Bulan Puasa, Macet Lebih Cepat Satu Jam

Bulan puasa gini memang biasa, padahal dari kantor pulang jam setengah lima (16.30 WIB), lebih cepat dari hari biasa jam enam (18.00 WIB).

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
ILUSTRASI - Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan panjang di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Tol dalam kota, Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2014). Kota Jakarta dinobatkan sebagai kota termacet di dunia. Hal tersebut terlihat dari hasil survei yang dilakukan oleh Castrol Magnetec dengan menghitung Stop-Start Index. 

WARTA KOTA, TANAHABANG - Bulan Suci Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan. Namun tanpa disadari, hadirnya bulan puasa pun memicu segudang konflik bagi warga Ibukota ataupun warga sub urban yang mengadu nasib di kota Jakarta setiap tahun selama bulan puasa, salah satunya adalah kemacetan lalulintas setiap senja.

Kondisi tersebut diakui, masyarakat memang wajar adanya. Sebab, terhitung sejak diputuskan hari perdana puasa pada Kamis (18/6) lalu, sejumlah perkantoran dan lembaga pemerintahan pun memberlakukan keputusan 'pulang cepat' bagi para pekerjanya, kondisi tersebut pun memicu kemacetan yang diketahui bergeser satu jam lebih cepat.

Salah satu pemandangan ramai dan berdesakan warga Ibukota tersebut seperti halnya yang terlihat di kawasan Stasiun Tanah Abang, Selasa (23/6) petang. Belum genap jarum jam menunjukan pukul 17.00 WIB, suasana stasiun terlihat sudah sesak dipenuhi penumpang mulai dari Jalan Jatibaru hingga bagian dalam peron keberangkatan.

Pemicunya pun tidak umum, hilir-mudik para pengunjung Tanah Abang, ditambah banyaknya angkutan umum dan ojek sepeda motor yang berhenti sembarangan menyebabkan kondisi kian semrawut berantakan. Akibatnya pun tidak hanya kemacetan sepanjang Jalan Jatibaru, kepadatan pun terlihat pada tangga pintu masuk utama stasiun.
Akibat melonjaknya kedatangan penumpang, pihak Stasiun Tanah Abang memang memberlakukan sistem buka tutup, mulai dari gerbang masuk utama dan peron. Sehingga, gerbang masuk utama stasiun yang semula berfungsi sebagai akses keluar-masuk hanya dipakai satu arah, sedangkan penumpang yang hendak meninggalkan stasiun dialihkan melalui gerbang lainnya.

Kartu tiket berlangganan perjalanan kereta atau multi trip yang digenggam Ika (31) penumpang Commuter Line nyatanya tidak dapat meringankan suasana. Akses cepat yang biasanya cukup ampuh pada hari biasanya itu pu tetap membuatnya rela mengantre dan berdesakan memasuki tangga pada gerbang utama menuju peron keberangkatan untuk melakukan tap-in kartu.

"Bulan puasa gini memang biasa, padahal dari kantor pulang jam setengah lima (16.30 WIB), lebih cepat dari hari biasa jam enam (18.00 WIB). Tapi ya karena semua kantor kayak begitu, pulang cepet, jadinya ya numpuk juga kayak begini," ujarnya menunjuk peron keberangkatan.

Kondisi ramai dan semrawutnya stasiun memang diakui warga Cimanggis Depok itu sudah berlangsung selama beberapa hari belakangan. Apalagi, lanjutnya, jika pasar Tasik berlangsung, hari Senin dan Kamis, antrean dari gerbang masuk stasiun menuju peron bisa dilakoninya hingga setengah jam sendiri.

"Kalau dihitung ya sama saja, pasti kena magrib di jalan, Maghrib ya kira-kira pas sampai Stasiun UI (Universitas Indonesia-red), makanya saya bawa gorengan sama minum sekarang," ungkapnya tersenyum.

Suasana Stasiun Tanah Abang memang diakui Kepala Stasiun Tanah Abang, Jajat Sudrajat memang selaku ramai setiap harinya, khususnya selama bulan Ramadhan. Sebab, sebagai stasiun lintasan, rangkaian kereta diketahui sudah padat penumpang sebelum masuk Tanah Abang, sementara waktu pemberangkatan kereta dari Tanah Abang yang berlangsung lima menit sekali tidak dapat membendung arus kedatangan penumpang.

"Memasuki bulan suci Ramadhan, aktivitas penumpang di Stasiun Tanah Abang memang mengalami lonjakan cukup signifikan. Dalam sehari, jumlahnya bisa mencapai 150 ribu orang, jumlah itu melampaui jumlah penumpang rata-rata pada hari biasanya, sekitar 75 ribu penumpang perharinya," jelasnya.

Sedangkan, lanjutnya, puncak kepadatan penumpang pun mengalami pergeseran. Sebab, jika biasanya kepadatan penumpang berlangsung mulai pukul 16.30 WIB hingga pukul 19.00 WIB, selama bulan Ramadhan puncak penumpang berada pada rentang pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

"Banyak orang kerja pulang lebih cepat saat bulan puasa. Jadi, kedatangan mereka ke stasiun juga lebih awal. Selain itu, kepadatan juga dikarenakan ramainya penumpang yang berasal dari Pasar Tanah Abang, sehingga lonjakan penumpang tinggi hingga jelang Idul Fitri mendatang," tutupnya.

Sumber: WartaKota
Tags
macet
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved