Breaking News:

Bayangkan Kematian, Kunci Bhutan Negara Terbahagia di Dunia

Dalam budaya Bhutanc orang diharapkan memikirkan kematian lima kali sehari. Ini yang menakjubkan untuk dilakukan untuk orang mana pun.

bbc.co.uk
Para siswa mengenakan pakaian tradisional Bhutan. 

WARTA KOTA, THIMPHU— Saat mengunjungi Thimphu, ibu kota Bhutan, saya tiba-tiba berkesempatan untuk duduk di hadapan seorang pria bernama Karma Ura, dan mencurahkan isi hati saya.

Mungkin karena orang itu bernama Karma, atau karena udara tipis miskin oksigen, atau karena saya melakukan perjalanan dan membuat pertahanan saya luluh.

Saya memutuskan untuk menceritakan hal yang sangat pribadi. Tak lama sebelum saat itu, iba-tiba saja, saya mengalami gejala-gejala yang menakutkan: susah bernapas, pusing, tangan dan kaki mati rasa.

Mula-mula, saya takut saya kena serangan jantung, atau menjadi gila. Atau mungkin keduanya. Jadi saya pergi ke dokter, yang melakukan serangkaian pemeriksaan dan menemukan...

“Tidak ada apa-apa,” kata Ura. Bahkan sebelum saya menyelesaikan kalimat saya, ia sudah tahu bahwa ketakutan yang saya rasakan tidak beralasan.

Saya tidak akan mati, atau paling tidak, tidak secepat yang saya takutkan. Saya hanya mengalami serangan panik.

Yang ingin saya ketahui adalah: mengapa sekarang – hidup saya tidak seperti biasanya sedang berjalan baik – dan apa yang dapat saya lakukan untuk hal ini?

“Anda harus memikirkan tentang kematian selama lima menit setiap hari,” Ura menjawab. “Itu akan menyembuhkanmu.”

“Bagaimana bisa?” Saya bertanya dengan kebingungan.

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved