Negro dan Muslim Dijuluki Teroris, Kulit Putih Hanya Dicap Sakit Mental
Anda tidak akan mendengar istilah terorisme terhadap pelaky bernama Dylann Roof (21).
WARTA KOTA, PALMERAH -- Penembakan di gereja Charleston dilakukan oleh pemuda kulit putih, kejadian itu menewaskan sembilan warga kulit hitam
Masalahnya, saat aksi serupa dilakukan oleh warga kulit hitam atau orang beragama Islam, maka terorisme dan Undang-Undang (UU) terorisme langsung disematkan, tapi kalau pelakunya adalah kulit putih seperti terjadi di Charleston, maka pelakunya disebut sedang mengalami gangguan jiwa.
Polisi telah melakukan investigasi terhadap penembahak sembilan warga Afrika Amerika di Gereja Emanuel AME di Charleston sebagai tindakan kebencian dari seorang warga kulit putih terhadap warga kulit hitam.
Sayangnya, gereja warga kulit hitam dan kebencian kaum kulit putih memang merupakan bagian dari sejarah kelam United States (US).
Salah satu aksi terorisme dalam sejarah US terjadi tahun 1963, terhadap gereja kulit hitam di Birmingham, Alabama.
Sebanyak empat gadis tewas dibantai oleh anggota KKK, yang melakukan pengeboman di Gereja 16th Street Baptist, sebuah tragedi yang melukai hak asasi manusia (HAM).
Tapi, ungkap The Independent, Sabtu (20/6/2015), yang dikutip Warta Kota, coba lihat bagaimana penyajian di media massa pada umumnya terkait tragedi serupa, yang baru-baru ini berlangsung.
Anda tidak akan mendengar istilah terorisme terhadap pelaky bernama Dylann Roof (21), yang digambarkan sebagai teroris bukan?
Aksinya hanya disebut sebagai sakit jiwa, dia akan dimanjakan dan dicap sedang sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pembunuh_20150620_142458.jpg)