PPDB DKI Jakarta

Siswa Luar Jakarta Saingan Masuk Sekolah DKI Berat

Dinas Pendidikan DKI Jakarta membatasi kuota bagi calon peserta didik luar DKI Jakarta hanya lima persen untuk masuk ke sekolah negeri di DKI Jakarta.

Siswa Luar Jakarta Saingan Masuk Sekolah DKI Berat
Agustin Setyo Wardani
Para orangtua antre untuk mendaftarkan PPDB tahap prapendaftaran untuk anaknya di SMAN 38 Jakarta, di Jalan Raya Lenteng Agung, Selasa (16/6/2015) pagi. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Dinas Pendidikan DKI Jakarta membatasi kuota bagi calon peserta didik luar DKI Jakarta hanya lima persen untuk masuk ke sekolah negeri di DKI Jakarta. Namun, minat orangtua siswa lulusan luar DKI Jakarta untuk masuk ke sekolah negeri di DKI Jakarta masih begitu tinggi. Saingan masuk pun menjadi lebih berat.

Hal ini terbukti dari proses prapendaftaran yang berlangsung di salah satu sekolah di Jakarta, SMAN 38.

Menurut Ketua Panitia PPDB SMAN 38 Ratna Maida, pada hari pertama prapendaftaran sebanyak 50 orang sudah mendaftar prapendaftaran. Sementara, hingga Selasa (16/6/2015) siang, pendaftar prapendaftaran yang hendak masuk ke sekolah DKI Jakarta sebanyak 30an orang.

"Mereka cukup antusias, terlihat dari banyaknya pendaftar. Dari tahun lalu memang jumlahnya seperti itu," katanya ketika ditemui Wartakotalive.com.

Di SMAN 38 sendiri memang dikhususkan untuk prapendaftaran bagi siswa lulusan SMP di Depok dan Tangerang yang hendak masuk ke SMA negeri di Jakarta.

Menurutnya, sebagian besar pendaftar berasal dari Depok dan hendak menyekolahkan putra putrinya di SMA yang berdekatan dengan wilayah Depok. Salah satunya adalah SMAN 38.
"Kalau Jagakarsa ini memang berbatasan dengan Depok, sehingga otomatis dari tahun ke tahun memang para pendaftar lulusan Depok itu ingin masuk utamanya ke SMA 38, baru kemudian sekolah-sekolah di sekitarnya," kata Ratna.

Sementara itu, salah satu pendaftar, Syahlan, mengaku hendak bersekolah di SMKN 62 Jakarta yang terletak tidak jauh dari SMAN 38.

"Soalnya dekat dengan rumah. Selain itu juga memang inginnya masuk SMK, kalau di Depok lebih banyak swasta," kata warga Beji, Depok, itu.

Ia menyayangkan kuota atau daya tampung yang diberikan hanya sebanyak 5 persen bagi pendaftar dari luar DKI Jakarta.

"Sayangnya hanya 5 persen, hasilnya sih lihat nanti aja, tapi semoga masuk, yang penting usahanya," kata lulusan SMP swasta di Depok itu.

Sebelumnya, kakaknya beberapa waktu lalu gagal dalam PPDB DKI Jakarta karena tidak mendapatkan informasi yang cukup dalam PPDB.

"Padahal NEM-nya waktu itu 25, rata-rata 8, malah yang banyak diterima di bawah dia. Itu karena adanya jalur lokal. Makanya sekarang cari informasi jangan sampai ketinggalan," ujarnya. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved